Muhasabah Hati

Ada yang bilang hati itu bagaikan kaca
Bila ada yang memecahkannya maka biar bagaimanapun ,
kita tidak mampu mengembalikannya seperti semula
Tetapi bekas kaca yang telah pecah tadi dapat dilebur ,
menjadi kaca jauh lebih baik dari yang sebelumnya ..

Namun ..
Menjadikan hati seperti baja itu lebih baik
Dimana ketika ada yang menempanya ,
Baja akan berterimakasih lantaran itu membuatnya menjadi lebih kuat..

Tetapi ..
Yang lebih baik lagi jika hati itu seperti air
Warnanya bening, zatnya cair serta perangainya lembut ,
Meskipun ia di aduk-aduk maka ia tetap dapat kembali kepada posisinya semula
Tidak ada dendam maupun luka
Melainkan ia akan mengobati lukanya sendiri
Dan tentunya dia tak perlu membalas
Karena tanpa dibalaspun orang yang mencoba melukainya
Justru akan merasakan sakit akibat pukulannya sendiri ..

kata mutiara cinta

Iklan

Rahasia “Resep” Kebahagiaan

Benda apapun yang kau kehendaki adalah milikmu. Kau hanya perlu mengulurkan tanganmu dan mengambilnya. Pelajarilah bahwa kesadaran akan kemampuan untuk berkuasa di dalam dirimu adalah pemilik semua hal yang dapat diperoleh.

JANGAN TAKUT pada siapapun atau apapun, karena rasa takut adalah ciri pribadi negatif. Jika kau punya kemampuan, pergunakanlah. Dunia harus mendapat keuntungan dari keahlianmu, dan dengan demikian kau juga mendapat keuntungan.

Bertemanlah siang dan malam dengan pribadi positifmu. Jika kau memperhatikan nasihatnya kau tak mungkin salah. INGAT ! Filsafat adalah sebuah teori. Dunia, yang merupakan milikmu, adalah sekumpulan fakta.

Oleh karena itu pergilah dan lakukan apa yang sudah digariskan dalam dirimu untuk kau lakukan. Jangan pedulikan petunjuk yang menyuruhmu untuk menyingkir. Jangan meminta izin pada siapapun untuk bertindak.

Pribadi negatif meminta bantuan, pribadi positif memberikannya. Keberuntungan menunggu dalam setiap langkah yang kau ambil, TANGKAP dia, IKAT dia, DEKAP dia, karena dia MILIKMU. Dia adalah kepercayaanmu.

Mulailah sekarang juga, saat nasihat ini masih mengendap di pikiranmu. Ulurkan tanganmu dan cengkeram si positif, yang mungkin belum pernah kau gunakan dan hanya disimpan untuk keadaan darurat. Hidup adalah keadaan darurat paling genting. PRIBADI POSITIF berada di sampingmu sekarang. Bersihkan otakmu dan Teguhkan kemauanmu. Pribadi positif akan mengambil alih. Dia telah menunggumu.

Mulailah malam ini juga, mulailah perjalanan baru ini. Selalu WASPADA. Pribadi manapun yang menguasaimu, pribadi satunya selalu menunggu di dekatmu. Hati hati jangan sampai yang jahat masuk, walaupun hanya sesaat.

Tugasku telah selesai. Aku telah menunjukkan resep “Keberhasilan”. Jika di ikuti, kau tak mungkin gagal. Jikalau peraturanku tak sepenuhnya dapat dipahami, pribadi positif siapapun yang membaca akan melengkapi kekurangan tersebut. Dan pada ‘diri baik’ku itu, kuletakkan tanggung jawab untuk menanamkan pada generasi-generasi mendatang, rahasia kebaikan sempurna ini. Rahasia untuk menjadi apa yang telah kau miliki dalam hatimu.

Busana Pengantin Muslimah Syar’i

Bismillahirrahmanirrahim ..

JODOH ? NIKAH ? Dua kata ini paling sering jadi bahan perbincangan para muda mudi, khususnya wanita. Jodoh, rahasia Allah yang satu makhluk pun tak dapat menafsirkannya, erat tersembunyi, rapi tersimpan, namun begitu menenangkan. Nikah, pertalian dua hati menjadi satu wadah membangun cinta yang indah dalam ridho-Nya. Bagi sebagian besar orang, lagi lagi khususnya wanita, nikah tidak hanya sebatas pengucapan ijab qabul, setelah itu selesai. Tidak. Bagi mereka nikah adalah suatu upacara syakral yang terjadi sekali seumur hidupnya, upacara terindah, upacara cintanya. Untuk itu, mereka mengadakan walimahan sebagai wujud syukur kepada Rabb Azza Wajalla. Sederhana asal merata.

Tidak sedikit yang harus mereka persiapkan. Karena mereka ingin segalanya benar benar berjalan sempurna. Mulai dari resepsi, undangan, sampai pada busana pengantin. Nah .. saat ini lebih banyak dari para pengantin yang memakai busana pengantin muslimah. Tetapi tidak semua syar’i 😦 Terus, yang sesuai syar’I itu bagaimana ?

Nih .. ada beberapa rujukan desain busana pengantin muslimah syar’i. Mudah mudahan bisa menjadi pandangan bagi anda semua yang hendak melangsungkan upacara terindah dalam sejarah kehidupan 🙂 Jangan khawatir dikatakan ketinggalan zaman, yang syar’i juga nggak kalah keren kok. Percaya deh, pasanganmu akan berkata kau dua kali lebih cantik dari sebelumnya 🙂 Mauu ? Yuk, cekidot !

putihcoklatpage ungu1 4 IMG-20130222-WA0021 IMG-20130222-WA0022 IMG-20130222-WA0024

Semoga Bermanfaat 🙂

Selamat Malam Mesirku

Masihkah kau ingat ucapan Maria dalam sinema Ayat Ayat Cinta ?
Baik, akan ku ulangi sekali lagi.
Aku rasa Sungai Nil dan Mesir itu jodoh
Kalau tak ada Sungai Nil pasti tak ada Mesir , tak ada peradaban , yang ada hanya gurun pasir.

Ya. Aku rasa itu benar. Jodoh .
Kamu percaya jodoh , Fahri?
Setiap orang memiliki jodohnya masing –masing .

Tepat. Tepat sekali.
Itu yang selalu Fahri katakan. Yang selalu ia yakini.
Tunggu !
Tidak hanya dia. Akupun juga meyakininya.
Aku percaya bahwa Allah telah menuliskan dengan terang, jelas, dan pasti.
Siapa , kapan , dan dimana.
Dan, sampai saat itu tiba. Tetaplah disana , dan aku akan tetap disini.
Bersama perjuangan jihad memproses diri.
Demi menjadi yang terbaik yang pernah ada.
Menjadi yang terindah yang pernah hadir .

Selamat malam, Mesirku ..
Bagaimanapun juga , kau adalah doa doa panjang di setiap ujung sajadahku .
Jika ada orang yang begitu sangat kurindu kehadirannya dalam perjalanan hidup ,
Percayalah , kaulah orangnya .

Sampai bertemu pada takdir Allah ^_^

-Vinda Nafilah-

Air Mata Di Batas Senja

Bismillahirrahmanirrahim ..

Sebelumnya, ini bukan cerpenku. Ini karya orang lain. Siapa dia? Brili Agung Zaky Pradika. Seorang penulis hebat dan inspirator muda Indonesia, dengan dua buah buku best seller yang telah dilahirkannya. Kenapa harus aku post di blog-ku? Apa hubungannya denganku ?

Karena satu kalimat dariku, menjadi alasan cerpen ini lahir. Hehe *nggak sombong, riya’ qolil 😀

Ceritanya, pagi itu aku lagi twitter-an. Eh .. tiba tiba di TL-ku ada Kak Brili pasang pengumuman , kira kira begini isinya “ Tulis 1 kalimat yang ada dipikiranmu saat ini, apapun itu. Apapun. Mention kesini. Dalam 30 menit kedepan akan dipilih 3 kalimat terbaik, yang akan masuk dalam cerpenku. Yuk, sekarang ! “. Dengan asal asalan ku mention aja 3 kalimat yang menurutku nggak jelek jelek amat. Tiga sekaligus euy 😀 Ternyata eh ternyata, setelah kurang lebih 2 jam kemudian, aku di mention balik sama Kak Brili.

“ Akhirnya selesai juga cerpennya ! Butuh memeras otak lebih dari biasanya , gara gara 3 kalimat dari @vindanafilah @rizkamamalia @indaahrs “

Wahh.. Alhamdulillah, kalimat asal asalanku masuk . Entah kenapa, dari itu semangat nulisku kembali hidup. Aku juga ingin seperti Kak Brili, yang selalu menginspirasi orang lain, melalui karya karya hebatnya. Thank’s Kak Bril ^^

Mau tau cerpennya? Yuk, simak. Ini dicopas langsung dari blog Kak Brili.

Sumber : http://briliagung.wordpress.com/2013/07/31/tangis-di-batas-senja/

Air Mata Di Batas Senja

Yap! Sama seperti postinganku sebelumnya yang berjudul Lelaki Yang Memeluk Pagi, cerpen ini juga dipersembahkan oleh keisenganku memancing teman-teman di twitter buat urunan kalimat dan kemudian aku rangkai menjadi sebuah cerita baru.

Ini kalimatnya:

seharusnya kamu sadar, bahwa dengan adanya perpisahan, setiap helai hatimu menjadi lebih indah dari sebelumnya @vindanafilah

cinta tidak pernah membuatmu takut menunjukkan siapa dirimu sebenarnya @rizkamamalia

Daun yang gugur pun atas kehendak-Nya @indaahrs

Lalu seperti apa jadinya? Lets cekidot :

Di atas jutaan butir pasir lembut berwarna putih pucat itu, terekam ratusan jejak Laras. Larasati Kirana begitu orang tuanya menamainya. Rambutnya yang menawan terburai, terseok disapa angin laut senja. Matanya hitamnya sangat kontras dengan kulitnya yang berkilau serupa kapas. Laras berhenti melangkah, matanya terpaku pada sang surya yang terlihat semakin melemah di saat malam kan membunuh perlahan.

Kakinya gemetar, mungkin ia tak lagi sanggup untuk menahan semua beban yang serentak meluluhlantakkannya hari itu. Kepalanya mendongak mencoba menemukan sebuah wajah di tengah awan yang berarak. Sayangnya ia tak mampu menemukan wajah yang begitu ia cintai disana. Kawanan buih ombak takut-takut mulai menyapa kulit lembut kaki laras. Tapi gadis itu tetap tak beranjak. Air laut yang mengenai mata kakinya justru memancing deburan ombak yang lebih kencang di pelupuk matanya.

Laras menatap lekat cakrawala di ujung garis samudra. Dia begitu berharap Neptunus akan muncul dan menyapanya, mengobrol dengannya, dan membawa serta kesedihannya ke dalam palung lautan terdalam di jagat Raya.

“Wahaai cantik, apa yang memuatmu gundah gulana?” Neptunus tersenyum lembut menyapanya.

“Tidak apa. Aku hanya sedang kehilangan. Wajar kan kalo aku sedih?” Tanpa senyuman Laras menjawab.

“Nampaknya kau begitu mencintai apa yang hilang dari dirimu..” Neptunus menyimpulkan.

Tanpa ada komando, lagi-lagi awan hitam menjelma hujan deras di mata Laras dan bergegas meliuk-liuk di sepanjang pipi.

“Apa aku salah begitu mencintainya Nep? Ku serahkan hatiku semua untuknya, dan sekarang saat ia pergi aku begitu kehilangannya! “ Laras setengah menjerit tanpa peduli air mata menerobos ke rongga mulutnya.

“Laras, semua yang datang pasti memiliki saat dimana ia kan pergi.. Semua sudah tertulis di helaian-helaian takdirNya. Daun yang gugur pun atas kehendak-Nya , kau tau itu..” Neptunus memandang lekat-lekat wajah Laras.

“Apakah kau tau Nep, mengapa aku begitu mencintainya? Karena…Karena.. hanya saat bersamanya aku tak takut untuk menunjukan siapa diriku. Aku merasa bebas dari tuntutan orang-orang kepadaku. Aku menjadi diriku seutuhnya..” Lirih dan sedikit terbata Laras bicara.

“Ya, itulah cinta Laras.. cinta tidak pernah membuatmu takut menunjukkan siapa dirimu sebenarnya.. Jika mengatasnamakan cinta engkau berubah menjadi orang lain, itu dusta namanya. Tidak ada pengekangan dan pemaksaan dalam cinta. Engkau nyaman menunjukan siapa dirimu di depan cinta mu..” Tangan lembut Neptunus membelai rambut panjang Laras. Ah dia pasti cuma sampo, batin Neptunus.

“Tapi…Tapi mengapa harus ada pertemuan jika ditakdirkan ada perpisahan Nep! Sungguh tak adil rasanya, Cinta yang sudah terbangun dengan susah payah harus terempas begitu saja! Aku benci perpisahan…” Setengah memaki Laras menenggelamkan wajahnya di kedua tangkup telapaknya.

“Pertemuan dan perpisahan itu bagaikan siang dan malam Laras. Bagaikan matahari dan rembulan. Berpasangan tanpa harus saling membenci satu sama lainnya. Walaupun matahari digantikan rembulan, ia tak pernah membencinya. Perpisahan adalah sebuah awal pertemuan yang baru. Selalu seperti itu. Seharusnya kamu sadar, bahwa dengan adanya perpisahan, setiap helai hatimu menjadi lebih indah dari sebelumnya.” Neptunus tak menyerah untuk membangkitkan Laras dari keterpurukannya.

Laras mendongakan wajahnya, menyapu bersih semua sisa tangisannya dan berusaha keras mengukirkan senyuman terbaiknya. Ia sekarang sadar bahwa hanyalah kekonyolan jika ia terus terjebak dalam luka lama yang tak tentu kemana arahnya. Seperti kata neptunus, bahwa tiap perpisahan adalah awal dari pertemuan yang baru.

“Terima Kasih Nep.. Walaupun engkau hanya hidup di pikiranku.. Tapi karenamu sekarang aku bisa melangkah maju.”

Tangan mungil laras meraba-raba ke dalam tas merah jambu nya. Menarik sebuah foto yang sudah kumal diterpa entah berapa tetes air mata.

“Jojo, semoga sekarang kamu sudah tenang di Surga.. Siapapun nanti yang menggantikan posisimu di hatiku, selalu ada tempat untuk mu buatku. Maafkan aku kalo selama ini air mataku justru membuatmu tidak tenang meninggalkan dunia. Aku tak menyesali lagi kepergianmu..” Laras mengecup foto itu dan memasukan kembali ke dalam tas merah jambu nya. Ia kini bergegas mencari tambatan hati barunya. Mmm… Kali ini mungkin dari ras siam. Walaupun sebenarnya ras Jojo si kucing persia begitu indah dipandang mata.

– The End –

 

Masa Lalu Hanyalah Sebuah Mimpi

Bismillahirrahmanirrahim ..

Biarlah ..

Biarlah apa yang telah terlalui hingga detik itu, detik terakhir dari pergumulan syetan dalam jiwa, detik terakhir berada dalam jurang kenistaan, hanyalah sebuah mimpi. Ya, anggap saja mimpi, bunga tidur. Yang sekejap hadir, lalu pergi dan hilang tanpa permisi meninggalkan sekelebat ingatan ketika kita terbangun. Mimpi buruk? Entahlah.

Bagiku.. mimpi ini, mimpi yang telah menorehkan banyak arti. Mimpi, yang meninggalkan beragam pelajaran, makna juga hikmah.  Mimpi, yang sekejap kehadirannya telah membentukku menjadi insan yang lebih kuat. Mimpi, yang dengannya aku  semakin yakin bahwa tak ada yang mampu mengalahkan cinta-Nya, cinta Agung-Nya, cinta tak tertandingi-Nya..

Aku percaya, bahwa segala bentuk jalan menuju kebaikan itu datangnya hanya dari-Nya, Dia Sang Maha Penunjuk Jalan Keberkahan, Allah Azza Wajalla. Jalan itu ditunjukkan bukan tanpa sebuah tujuan, melainkan Dia sedang sangat merindu. Merindu jiwa jiwa lemah yang terus merayu Dia Yang Maha Kuat, lewat doa demi doa yang tak pernah lekang. Setiap detik, setiap hembusan nafas, setiap degupan jantung, setiap denyutan nadi, setiap saat. Jika saja kita terpaksa berada dalam jalan terburuk dalam hidup, itu bukan dari-Nya, melainkan pilihan yang telah kita ambil sendiri, dan percayalah .. Dia sebaik baik tempat kembali, tempat  melabuhkan segala asa dan rasa. Ya, Dia selalu, selalu, dan selalu menerima kita kembali, dalam kondisi paling hina sekalipun.

Dan sekarang, terbukti bukan? DIA lebih dahulu mempertemukanmu dengan yang terbaik, dengan pasangan tulang rusukmu. DIA mencintaimu. DIA tak ingin membiarkan hatimu dipenuhi lubang lebih banyak lagi. Ya, ALLAH sungguh mencintaimu.

Selamat, telah berhasil menyempurnakan separuh agamamu. Sekuntum doa dari ujung senja, semoga ALLAH selalu melimpahkan keberkahan dan kebahagiaan dalam jejak langkah lembaran hidup barumu. Barokallahu lakuma, wa barokallahu ‘alaikuma, wajama’a bainakuma fii khoir ^^

Terima kasih ALLAH ..  Atas penawar dosa yang Engkau ulurkan meski bersama luapan sungai di ujung mata yang harus kutumpahkan..

Terimakasih .. atas KeagunganMU mendekap jiwa penuh hina ini hingga menjadi sekuat saat ini..

Terima kasih.. atas detik demi detik terindah yang telah Engkau sematkan dalam lembaran perjalanan hidupku kini ..

Syukurku tak terhingga..

Terimakasih Tuhanku, Terima kasih Allahu Rabbii :))