Cahayamu , Cahaya Cinta-Nya

Kau begitu erat mendekapnya dalam hatimu..

Lembar demi lembar kau sentuh dirinya dengan sepenuh kasih..

Sepenuh hati ..

Tak ada yang lain. Hanya dia. Dia. Dan dia.

Dia yang tak pernah sedetikpun lengah dari fikiranmu ..

Dia yang tak sejengkalpun kau izinkan bergeser dari hatimu ..

Dan dia yang tak pernah sekalipun tersia dari setiap desah nafasmu ..

Dan malam ini, lagi lagi kau datang dengan cahaya itu ..

Cahaya , yang masih sama kulihat satu tahun yang lalu

Cahaya terang yang menyinari cahaya lainnya ..

Cahaya .. yang aku sadari telah membuatku berani bertahan sejauh ini ..

Bertahan demi apa yang kuanggap adalah sebuah kebaikan ..

Bukankah segala bentuk jalan kebaikan itu datangnya hanya dari Dia Yang Maha Penerang Jalan?

Ya. Aku pun percaya, kau datang dalam kehidupanku hanyalah karena-Nya ..

Karena skenario-Nya ..

Skenario yang sungguh sungguh indah ..

Skenario yang kini membuatku banyak belajar .. banyak mengerti .. pun memahami makna sebuah rasa ..

Rasa yang ketika engkau menjatuhkannya pada sebuah hati ,

Maka ia akan membimbingmu menjadi lebih dekat pada-Nya .

Yang akan menuntunmu untuk semakin mencintai-Nya..

Dan akan menjadikan hidupmu lebih damai ..

Serta hatimu menjadi lebih bijak ..

Aku merasakannya. Sungguh sungguh merasakannya dengan baik.

Disini. Dimana rasaku berkata bahwa mencintai lembar demi lembar yang juga kau cintai itu sungguh sangatlah indah ..

Walau hanya dalam diam. Meski hanya dalam untaian doa yang tak pernah jengah terpanjatkan ..

Entah sampai kapan..

Namun aku percaya, akan tiba masanya dimana janji-Nya akan hadir ..

Janji yang akan menjawab setiap detik yang telah merekam erat memori rasa dan perjuangan yang telah terlewati  ..

Janji , yang kuyakin pada akhirnya akan menyatukan koma menjadi satu titik.

 

Sabtu , 28 September 2013

02.30 WIB

– Vinda Nafilah –

Tuliskan Mimpimu ! Sekarang !

Bismillahirrahmanirrahim ..

Tuliskan 100 mimpimu di kertas ! Karena jika kau menulisnya hanya dalam ingatan, maka kau akan lupa. Kemudian coretlah satu persatu saat terwujud, hingga suatu hari nanti kau hanya akan menemukan coretan coretan disana karena kau telah mencapainya !

Aku mendengar kalimat diatas dari seorang senior SMA-ku, yang hidupnya berawal dari 100 tulisan mimpi di atas kertas lusuh. Seorang pejuang mimpi. Saat saya bertemu dengan beliau, beliau sedang menulis mimpinya yang ke 154. Sedangkan yang 153, hanyalah tinggal sebuah coretan. Ya, mimpi – mimpinya telah terwujud.

Mungkin akan banyak orang yang tertawa melihat tingkah konyol dari para pejuang mimpi, yang menuliskan impian – impiannya di atas kertas, lalu menempelkannya  di dinding kamar mereka, agar supaya setiap kali melihatnya semangat perjuangan menggapai mimpi itu kembali memancar. Konyol ? Iya memang. Bagaimana mungkin tidak tertawa, membaca satu persatu mimpi yang terlalu besar, bahkan hanya untuk sekedar dibayangkan saja. Tapi andai saja mereka tahu, bahwa sesungguhnya mereka jauh lebih konyol, mereka yang tak pernah sekalipun berani bermimpi besar, bahkan untuk sekedar menuliskannya.

Tahukah kamu ? kekonyolan itu adalah awal dari kesuksesan. Kekonyolan yang membawa sebuah kekuatan tersendiri. KEKUATAN MIMPI. Kekuatan yang akan menjadikan satu persatu mimpi kita menjadi kenyataan.

Bagaimana mungkin ?

Sekarang, coba letakkan keangkuhanmu sejenak. Mari berfikir lebih jernih lagi. Lebih alami lagi. Sadarkah kalian bahwa disekitar kita selalu hadir malaikat malaikat Allah yang tak pernah lelah membersamai kita? Malaikat Raqib dan Atid. Benar. Tapi tidak hanya mereka. Ada banyak malaikat Allah yang berada di sisi sisi kebaikan kita. Bilamana mereka membaca mimpi mimpi kita, bukankah itu adalah sebuah doa? Doa dari makhluk Allah yang tak pernah ternoda, yang setiap kalimatnya langsung didengar oleh Penciptanya. Bahkan, ketika mungkin temanmu, saudaramu, keluargamu, atau bahkan musuhmu sekalipun melihat mimpimu yang terpajang, mau tak mau mereka akan mebacanya. Alkalamu Addu’a. Ucapan adalah sebuah doa. Jadi, bisa dibayangkan berapa doa yang akan terbang ke langit hanya untuk mimpi – mimpimu ? Karena sesungguhnya kita tak pernah tahu, dari mulut siapakah doa doa yang selama ini kita harapkan terwujud  akan di ijabah oleh-Nya..

Masih ingat Si Jenius Lintang dalam sinema impian “ Laskar Pelangi “ ? Berkilo kilo jarak harus ia tempuh hanya demi merasakan nikmatnya sekolah. Belum lagi halangan dan rintangan yang senantiasa hadir. Namun semua itu tak sedikitpun mengendurkan semangatnya dalam meraih impian. Kita, yang saya yakin saat ini sedang berada pada titik sedikit lebih atas dari Lintang, seharusnya becermin pada semangatnya. Berjuang tanpa kenal letih, meyakinkan dirinya bahwa ia mampu, mampu menjadi apa yang diimpikannya.

Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya

Nidji – Laskar Pelangi

Bahkan Donny Dirgantoro tak kalah hebat mengungkapkan arti dari sebuah mimpi dalam novel best seller-nya. 5cm.

“Taruh mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu,
apa yg kamu mau kejar…
Kamu taruh di sini… jangan menempel di kening.
Biarkan…
dia…
menggantung…
mengambang…
5 centimeter…
di depan kening kamu…
Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu.
Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari,
kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri,
kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu NGGAK BISA menyerah.
Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh,
bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu,
segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri…
Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu.
Dan…
sehabis itu yang kamu perlu…
Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,
lapisan tekad yg seribu kali lebih keras dari baja…
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…
Serta mulut yang akan selalu berdoa”

Jadi tunggu apalagi ? Tuliskan secara nyata. Di atas kertas. Tuliskan mimpi-mimpimu di atasnya. Tempatkan dimana kamu akan sering melihatnya. Dan nanti kamu akan lihat. Bagaimana luar biasanya Allah mewujudkan setiap mimpi-mimpi itu, jauh lebih luar biasa daripada yang bisa kamu bayangkan… tuliskan segera, dan suatu hari yang akan kamu lihat dari tulisan anda itu hanyalah coretan-coretan. Coretan karena kamu telah mencapainya ..

Selamat Berjuang, Para Pejuang Mimpi ^_^

Aamiin-ku untuk mimpi- mimpimu, ada bersama setiap huruf yang kau baca dalam tulisanku ini 🙂

Allahu Yubaarik Fiikum ..

Motivasi Menghafal Al-Qur’an

Bismillahirrahmanirrahim ..

خيركم من تعلم القرآن و علمه ( رواه البخاري )

 Sebaik-baik dari kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkanya HR. Bukhari

Belajar dan menghafal Al-Qur’an selama ini identik dengan aktifitas para santri yang sedang bergelut dengan ilmu ilmu keislamaman di pondok pesantren, sedangkan mahasiswa lebih sering dikaitkan dengan ilmu ilmu dan teknologi modern. Mungkin terbilang langka mahasiswa hafal Al-Qur’an. Padahal jika mau berkaca pada sejarah ilmuan-ilmuan muslim yang begitu fenomenal dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, mereka rata – rata hafal dan menguasai Al-Qur’an.

Apa rahasianya ?

Ternyata pada saat itu ada sebuah tradisi kuat yang beranggapan  bahwa belajar Al-Qur’an itu adalah “ harga mati “ , dimana belajar Al-Qur’an sebelum belajar ilmu yang lain adalah harga yang tak boleh ditawar alias wajib. Bahkan para penulis kita saat ini berkata melalui penelitiannya bahwa sejumlah mahasiswa yang hafal Al-Qur’an memiliki tingkat kecerdasan dan kreatifitas yang lebih dibanding yang lainnya. Hal ini dibuktikan oleh keluarga Bapak Mutamimmul Ula , yang mana kesepuluh putra putrinya yang sedang menghafal Al-Qur’an itu rata-rata menjadi pelajar dan mahasiswa terbaik di sekolah mereka masing-masing.

Bicara mengenai mahasiswa, bisa dibilang usianya berkisar 18-24 tahun. Pada saat inilah otak, semangat, dan kesempatan seorang pemuda berada dalam masa keemasan. Masa ini adalah masa yang subur dan produktif untuk mencari ilmu, termasuk menghafal Al-Qur’an. Jika pada masa ini para pemuda memanfaatkan waktu dengan cara menanam benih benih ilmu dan ibadah, maka kemungkinan besar 10 atau 15 tahun kemudian ia akan menuai kesuksesannya sesuai dengan butir butir peluh yang telah ia korbankan.

Seharusnya, kita sebagai pemuda masa kini yang banyak dikelilingi ilmu dan teknologi super canggih nan modern, lebih bersyukur lagi terhadap anugerah Allah yang telah dicurahkan dalam tiap jengkal tubuh kita. Allah memberikan anugerah pada hamba-Nya sesuai takaran takdir yang dibarengi dengan ikhtiar maksimal. Ketahuilah, bahwa tidak semua orang bisa membaca Al-Qur’an, baik dari kalangan mahasiswa maupun non-mahasiswa. Untuk itu kita yang diberikan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan lancar hendaklah memperbanyak mempelajarinya lebih dalam lagi, yang mana semua itu akan menjurus pada jenjang menghafalnya.

Kalian tahu? Betapa banyak orang yang merindukan menjadi penghafal Al-qur’an. Mungkin mereka sudah pernah mencoba namun gagal atau mungkin kesibukannya yang menggunung sehingga tak berkesempatan untuk menghafal. Jadi, kalau hari ini kalian menghafal, berarti kalian telah melakukan sesuatu yang banyak dirindukan orang lain. Kalau mereka baru bermimpi, kalian sudah melakukannya, berbahagialah !

Jika saat ini anda memiliki niat untuk mulai memperdalam Al-Qur’an, serta menghafalnya, segeralah realisasikan. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Pelan-pelan namun istiqomah. Ibarat biji tanaman setelah ditancapkan ke dalam tanah ia harus kontinyu disiram dan dipupuk sampai tumbuh dan berkembang subur lalu berbuah.

Lihatlah di sekitar kita, tidakkah kita malu pada Abdurrahman Farih dari Al-Jazair yang membaca Al-Qur’an bil ghaib dalam usia 3 tahun? atau mungkin pada generasi generasi kecil Indonesia yang nyata-nyata kita saksikan dalam acara Hafidz Indonesia? Patutlah mereka menjadi cambuk bagi kita semua. Kapan lagi memulai, jangan pernah menunda niat suci. Bisa jadi niat yang pelaksanaannya tertunda akan menguap dan sirna selamanya.

Sekarang, tanyakan pada diri kita sendiri, tidakkah kita ingin membahagiakan orang yang selama ini rela menderita  untuk kita? Yang seluruh jiwa raganya dikorbankan hanya untuk kebahagiaan hidup kita ? Dialah ayah ibu kita. Dengan menghafal Al-Qur’an kita bisa memanjakan orang tua supaya mereka bangga dan terhibur. Setidaknya, dalam bayangan mereka, ketika mendengar anaknya hafal Al-Qur’an, kelak pahala baca Al-Qur’an dari anak tak akan pernah putus dan akan senantiasa menerangi kubur mereka dengan cahaya Al-Qur’an. Begitu indahnya bukan jika kubur orang tua kita nanti selalu bersinar lantaran Al-Qur’an yang selalu kit baca ?

Dan kita, sebagai pemuda, calon suami dan istri, pastilah mendambakan seorang pendamping yang lidahnya selalu basah dengan Al-Qur’an. Begitu indah rasanya apabila dalam keluarga , ada gema lantunan ayat suci Al-Qur’an yang tak pernah putus. Sehingga anak-anak kita pun akan terbiasa dengan lantunan Ayat Al-Qur’an , yang mana itu semakin memudahkan mereka dalam menghafal Al-Qur’an. Ingin memiliki keluarga Qur’ani bukan ? Sungguh, betapa sejuknya hati bila Al-Qur’an menghiasi setiap kegiatan dalam keseharian kita. Jadi awali dari diri sendiri , kalau kita mendambakan sebuah keluarga “Qur’ani”.

Yakinlah, bahwa Al-Qur’an akan menolong kita selama kita juga menolong AlQur’an. Mulailah dari nol, karena ia pengganda setiap bilangan. Mulailah dari niat, karena ia menjadi penentu setiap sukses. Mimpikan kebaikan agar menjadi kenyataan, serta nyatakan kebaikan agar jadi mimpi indah !

Alfannajaah lek Ya Ahlal Qur’an , Ya Ahlallah , Ya Ahlal Jannah 🙂