Motivasi Menghafal Al-Qur’an

Bismillahirrahmanirrahim ..

خيركم من تعلم القرآن و علمه ( رواه البخاري )

 Sebaik-baik dari kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkanya HR. Bukhari

Belajar dan menghafal Al-Qur’an selama ini identik dengan aktifitas para santri yang sedang bergelut dengan ilmu ilmu keislamaman di pondok pesantren, sedangkan mahasiswa lebih sering dikaitkan dengan ilmu ilmu dan teknologi modern. Mungkin terbilang langka mahasiswa hafal Al-Qur’an. Padahal jika mau berkaca pada sejarah ilmuan-ilmuan muslim yang begitu fenomenal dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, mereka rata – rata hafal dan menguasai Al-Qur’an.

Apa rahasianya ?

Ternyata pada saat itu ada sebuah tradisi kuat yang beranggapan  bahwa belajar Al-Qur’an itu adalah “ harga mati “ , dimana belajar Al-Qur’an sebelum belajar ilmu yang lain adalah harga yang tak boleh ditawar alias wajib. Bahkan para penulis kita saat ini berkata melalui penelitiannya bahwa sejumlah mahasiswa yang hafal Al-Qur’an memiliki tingkat kecerdasan dan kreatifitas yang lebih dibanding yang lainnya. Hal ini dibuktikan oleh keluarga Bapak Mutamimmul Ula , yang mana kesepuluh putra putrinya yang sedang menghafal Al-Qur’an itu rata-rata menjadi pelajar dan mahasiswa terbaik di sekolah mereka masing-masing.

Bicara mengenai mahasiswa, bisa dibilang usianya berkisar 18-24 tahun. Pada saat inilah otak, semangat, dan kesempatan seorang pemuda berada dalam masa keemasan. Masa ini adalah masa yang subur dan produktif untuk mencari ilmu, termasuk menghafal Al-Qur’an. Jika pada masa ini para pemuda memanfaatkan waktu dengan cara menanam benih benih ilmu dan ibadah, maka kemungkinan besar 10 atau 15 tahun kemudian ia akan menuai kesuksesannya sesuai dengan butir butir peluh yang telah ia korbankan.

Seharusnya, kita sebagai pemuda masa kini yang banyak dikelilingi ilmu dan teknologi super canggih nan modern, lebih bersyukur lagi terhadap anugerah Allah yang telah dicurahkan dalam tiap jengkal tubuh kita. Allah memberikan anugerah pada hamba-Nya sesuai takaran takdir yang dibarengi dengan ikhtiar maksimal. Ketahuilah, bahwa tidak semua orang bisa membaca Al-Qur’an, baik dari kalangan mahasiswa maupun non-mahasiswa. Untuk itu kita yang diberikan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan lancar hendaklah memperbanyak mempelajarinya lebih dalam lagi, yang mana semua itu akan menjurus pada jenjang menghafalnya.

Kalian tahu? Betapa banyak orang yang merindukan menjadi penghafal Al-qur’an. Mungkin mereka sudah pernah mencoba namun gagal atau mungkin kesibukannya yang menggunung sehingga tak berkesempatan untuk menghafal. Jadi, kalau hari ini kalian menghafal, berarti kalian telah melakukan sesuatu yang banyak dirindukan orang lain. Kalau mereka baru bermimpi, kalian sudah melakukannya, berbahagialah !

Jika saat ini anda memiliki niat untuk mulai memperdalam Al-Qur’an, serta menghafalnya, segeralah realisasikan. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Pelan-pelan namun istiqomah. Ibarat biji tanaman setelah ditancapkan ke dalam tanah ia harus kontinyu disiram dan dipupuk sampai tumbuh dan berkembang subur lalu berbuah.

Lihatlah di sekitar kita, tidakkah kita malu pada Abdurrahman Farih dari Al-Jazair yang membaca Al-Qur’an bil ghaib dalam usia 3 tahun? atau mungkin pada generasi generasi kecil Indonesia yang nyata-nyata kita saksikan dalam acara Hafidz Indonesia? Patutlah mereka menjadi cambuk bagi kita semua. Kapan lagi memulai, jangan pernah menunda niat suci. Bisa jadi niat yang pelaksanaannya tertunda akan menguap dan sirna selamanya.

Sekarang, tanyakan pada diri kita sendiri, tidakkah kita ingin membahagiakan orang yang selama ini rela menderita  untuk kita? Yang seluruh jiwa raganya dikorbankan hanya untuk kebahagiaan hidup kita ? Dialah ayah ibu kita. Dengan menghafal Al-Qur’an kita bisa memanjakan orang tua supaya mereka bangga dan terhibur. Setidaknya, dalam bayangan mereka, ketika mendengar anaknya hafal Al-Qur’an, kelak pahala baca Al-Qur’an dari anak tak akan pernah putus dan akan senantiasa menerangi kubur mereka dengan cahaya Al-Qur’an. Begitu indahnya bukan jika kubur orang tua kita nanti selalu bersinar lantaran Al-Qur’an yang selalu kit baca ?

Dan kita, sebagai pemuda, calon suami dan istri, pastilah mendambakan seorang pendamping yang lidahnya selalu basah dengan Al-Qur’an. Begitu indah rasanya apabila dalam keluarga , ada gema lantunan ayat suci Al-Qur’an yang tak pernah putus. Sehingga anak-anak kita pun akan terbiasa dengan lantunan Ayat Al-Qur’an , yang mana itu semakin memudahkan mereka dalam menghafal Al-Qur’an. Ingin memiliki keluarga Qur’ani bukan ? Sungguh, betapa sejuknya hati bila Al-Qur’an menghiasi setiap kegiatan dalam keseharian kita. Jadi awali dari diri sendiri , kalau kita mendambakan sebuah keluarga “Qur’ani”.

Yakinlah, bahwa Al-Qur’an akan menolong kita selama kita juga menolong AlQur’an. Mulailah dari nol, karena ia pengganda setiap bilangan. Mulailah dari niat, karena ia menjadi penentu setiap sukses. Mimpikan kebaikan agar menjadi kenyataan, serta nyatakan kebaikan agar jadi mimpi indah !

Alfannajaah lek Ya Ahlal Qur’an , Ya Ahlallah , Ya Ahlal Jannah 🙂

Iklan

Terimakasih jejak ukhuwahnya, kawan :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s