Doa Para Pecinta

Karya : A. Mustofa Bisri

Bila penantian terasa sia – sia
dan sunyi malam mengentalkan rindu
semoga bintang-bintang tak berhenti
berkabar gembira tentang cerah pagi

Bila saat perjumpaan terasa tak lama
dan perpisahan merisaukan kalbu
semoga harapan-harapan tak mati
bersama keperkasaan cinta di hati

Bila janji pertemuan dibatalkan
dan gejolak hati tak terkirakan
semoga bukan karena kekasih murka
dan tak lagi sudi bersua

Bila hati ini terlupa, semoga
kekasihku tetap mengingatku
bila hati ini teringatmu, o kekasih
semoga karena kau mengingatku

 

 

Iklan

Jilbaber Keliling Dunia

Judul Buku       : The Jilbab Traveler217818_506013412758815_548889377_n

Penulis             : Asma Nadia Dkk

Penerbit          : Asma Nadia Publishing House

Tanggal Terbit : September,2012

Jml Halaman   : 330 hlm

Kategori          : Motivasi

Belasan tahun yang lalu, kata jilbab masih terasa asing di telinga kita. Banyak yang beranggapan bahwa memakai jilbab adalah sesuatu yang ekstrim , dan dianggap sebagai langkah mundur. Namun, Asma Nadia bersama kawan – kawan membantahnya lewat buku ini. Di dalam buku National Best Seller ini Asma Nadia dan kawan – kawan menegaskan berdasarkan pengalaman pribadinya bahwa jilbab bukanlah penghalang mimpi untuk melihat sisi lain dunia kita. Sejumlah muslimah disini sudah membuktikan mereka bisa sampai ke berbagai belahan dunia, tanpa harus meninggalkan jilbab mereka. Jadi, berjilbab bukan berrati kita tidak bisa meraih mimpi berkeliling dunia, bukan ?

Buku The Jilbab Traveler ini terlahir berdasarkan pengalaman traveling Asma Nadia dan kawan – kawannya. Mimpi traveling Asma Nadia bermula dari pintu kulkas sang Omah ketika ia masih kecil. Pintu kulkasnya berhias magnet kulkas yang berasal dari berbagai negara. Sejak itulah, berbagai cara ia impikan agar ia bisa pergi ke luar negeri. Dan ternyata, menulis, yang merupakan kegemarannya sejak kecil itulah yang membuat impiannya terwujud. Kini ia berhasil mengunjungi lebih dari 30 negara , melebihi jumlah magnet kulkas Omanya dulu. Lewat buku The Jilbab Traveler ini , Asma Nadia bersama 15 penulis muslimah lainnya berbagi pengalaman mereka saat melakukan traveling  ke berbagai belahan dunia. Bagaimana menikmati dan enjoy bepergian ke luar negeri dan kota tanah air, bagaimana seorang jilbaber traveling dan beradaptasi di Pantai Karbia, bagaiman seorang Asma Nadia harus menyesuaikan diri dengan suasana dan makanan di Korea karena mendapat kesempatan belajar disana, dan berbagai kisah traveling lainnya yang bisa menjadi inspirasi bagi para traveler. Dan buku ini tidak hanya menceritakan pengalaman solo traveler bagi seorang jilbaber, namun juka suka duka para ibunda yang traveling  ke luar negeri bersama anak mereka yang masih balita.

Menariknya, buku ini juga dilengkapi kamus survive, yaitu beberapa kata standar dan penting yang sebaiknya diketahui saat berkunjung ke suatu negara. Dan juga disertai pojok tips, yang mana memberikan tips-tips dan saran bagi para traveler agar traveling yang dijalani lancer, manfaat dan menyenangkan. Termasuk menyiapkan dana dan persiapan sebelum menjalani traveling, tips memilih pakaian yang akan dibawa dan bagaimana mengemasnya agar terlihat ramping, tips memilih tiket pesawat, tips mencari makanan yang halal di negara tujuan, tips mencari hotel bagus namun tidak merusak kantong, tips mencari tempat ibadah di negara yang tidak mengenal islam, dan tips mengenali kriminalitas yang sering terjadi di negeri orang tersebut.

Namun, ada sedikit kekurangan dalam buku ini. Di kata pengantar disebutkan bahwa ini adalah penyempurnaan dari buku pertama, namun ada beberapa tips yang seharusnya tidak muncul dalam buku ini, karena sudah tidak update lagi, seperti jika ingin ke luar negeri traveler harus menyiapkan dana untuk pembayaran fiscal, padahal aturan ini sudah tidak berlaku sejak tahun 2011.

Terlepas dari semua itu buku ini merupakan salah satu alternative diantara maraknya buku – buku traveling  yang tersebar di pasaran, khususnyabagi para muslimah. Karena sesungguhnya setiap perjalanan yang kita lakukan akan semakin mendekatkan kita kepada Sang Pemilik Alam. Semakin membuat kita merasa bahwa kita hanyalah manusia yang lemah tanpa-Nya. Semakin menjadikan kita insan yang lebih banyak bersyukur dan semakin membuat kita mengejar ridho Allah ketika kita telah diberi kesempatan untuk melihat lebih banyak.

So, muslimah, mulailah perjalananmu ! Berjilbab bukan berarti kita tak bisa mengepakkan sayap. Melangkahlah, jangan biarkan orang lain mencuri mimpimu !