Mencintaimu, adalah Surga

“ Eh Mi, si ***** udah melepas status jomblonya lhoo  “ , bunyi pesan yang kubaca dari sosmed LINE-ku. Seuntai pesan dari sahabat SMA dulu, yang kini juga sedang berjuang di tanah kelahiran, menuntut ilmu.

“ Oh yaa ? Alhamdulillaah .. sejak kapan ? “ Tanyaku melepas kekagetan.

“ Liat deh wall Facebooknya , ada yang lain dari yang lain. Bikin penasaran. Kalau pean mau kepo sihh .. “ , Ulasnya menggebu.

“ Masa sih ? Pantesan kapan hari yang lalu dia minta doa supaya segera diturunkan bidadari yang dinantinya. Akhirnyaa ..  “ , aku menanggapi dengan sesantai mungkin.

Nggak penasaran , Mi ? “, tanyanya dengan intonasi suara melebihi 20.000 Hz, yang sayangnya sekejap hilang ditelan huruf-huruf tertera  pada layar handphone-ku.

“ Kenapa harus penasaran ? Ada yang lebih menggelitik jiwa untuk diperhatikan jauh lebih dari sekedar tentang dia. Yang setiap saat ingin disentuh, ingin dicinta. Tanpa sekalipun terduakan. “ jawabku dengan senyum kemenangan.

“ Wah wah , Gitu yaa .. sekarang udah nggak mau cerita.Siapa nih siapa ? “ , Kepo si Mbul. Mbul, panggilan kesayangan yang kuberi untuk sahabatku sejak di bangku SMA ini.

“ Dia terlalu indah untuk kuceritakan , sayaang .. “ , Lagi lagi aku berhasil membuatnya geli penasaran.

“ Ah .. kelamaan. Sebut nama, dan kronologi cerita ! NOW ! “. Terlihat ketidaksabaran akut dari setiap kata yang terketik dalam pesannya. Dan aku, tersenyum puas setelah berhasil menyeimbangkan skor menjadi 1-1 . Senjata makan tuan, niat mau bikin penasaran , sekarang justru dia yang kepo penasaran setengah mati.

“ Furqon namanya. Sudah sejak lama aku mengenalnya. Hanya saja, hati ini begitu lalai menyadari keberadaan yang begitu indah. Ah .. betapa bodohnya aku ! Kini , yang mampu aku lakukan hanya berjuang tanpa lelah , agar bisa mencintai dan dicintai olehnya sepenuhnya. Tanpa terkecuali. Tanpa terduakan. Tak tergantikan. Hanya dia. “, Dengan derap kebahagiaan kudeskripsikan kekasihku padanya. Kekasihku yang akhir akhir ini begitu sangat erat terdekap. Andai saja mampu, ingin kupersembahkan seluruh waktuku yang tersisa hanya untuk mencintainya. Namun , kutahu itu tak mungkin. Karena dia mengajarkanku,  bahwa segalanya harus berjalan seimbang. Itulah esensi dalam mencintainya.

“  Subhanallah .. Aku iri deh, sungguh ! Tapi aku lebih bahagia, penantian sahabatku selama ini telah terbalaskan. Jadi pengen tahu , seperti apa sih Si dia segitunya mampu meluluhkan hatimu sebegini rupanya ? “ , jika Mbul sudah berkata seperti ini , kutahu dia mulai pada tahap keseriusan. Oh Mbul .. kau masih saja tak paham maksudku ternyata. Gurauku dalam hati.

“ Kau pun sudah mengenalnya “ , jawabku membuka tabir keambiguan.

Haaa ? maksudnya ? “ Dia mulai bingung.

“ Iya. Dia yang kumaksud bukan seperti apa yang ada dalam bayangmu, My Dear .. Dia lebih hebat dari apa yang kau kira. Dia, Al-Furqon Al-Karim, yang telah meluluhlantakkan apa yang berdiri kokoh dalam hati ini, yang telah sukses mengambil sekeping hati yang tersisa tanpa noda. Paham ? “ , sambil senyum tak tertahankan ku kirim pesan ini padanya. Selamat , sukses menjadi korban penasaranku.

MasyaAllah , Mi .. aku baru paham deh daritadi. Ah , balas dendam ternyata. “

“ Baru sadar ? Hehe *Piiiss* Tapi doakan aku sungguh ya ? Dua tahun lagi , aku ingin memilikinya seutuhnya. Bismillahirrahmanirrahim .. “, ucapku penuh harap.

Aamiin Ya Rabb .. doaku mengiringi tiap perjuanganmu, Sayang .. SEMANGAT ! “

“ Thank You, My Dear .. :* “

Mencintaimu, adalah surga

Air rindunya penuh akan kesejukan jiwa

Telaga kasihnya dalam akan ketenangan hati

Dan Lautan  cintanya luas akan kekokohan iman

Menenangkan.

Duhai Engkau yang begitu indah dalam jiwa

Bersamamu , duniaku bermakna

5

Iklan

Terimakasih jejak ukhuwahnya, kawan :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s