Aku memanggilnya, Gus..

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Kali ini aku akan bercerita tentang seseorang. Yang kehadirannya telah berkontribusi banyak dalam perjalanan hijrahku menuju titik dimana aku berdiri sekarang ini. Siapa dia ?

Aku memanggilnya, Gus.

Dia bukan putra seorang Kyai. Dia juga bukan pengasuh sebuah pesantren. Dia hanya senior sebuah organisasi di kampusku, Ha’iah Tahfidz Al-Qur’an ( HTQ ), Gus dan Ning adalah panggilan khusus bagi seluruh anggota HTQ. Pertama kali aku mengenalnya ketika mengikuti Ta’aruf Qur’ani ( TQ ). TQ ini semacam diklat dan pengenalan bagi para calon anggota baru yang dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut, lalu di akhiri dengan sumpah dan pelantikan anggota baru HTQ.

Salah satu agenda dalam acara TQ adalah motivasi. Motivasi kali ini bertemakan ‘ from zero to hero : 30 juz dalam waktu 3 tahun’. Ketika MC memanggilnya maju ke depan sebagai pembicara utama dalam acara tersebut. Maka saat itulah pertama kalinya aku menatap wajahnya.

Dan dia mulai berkisah mengapa ia diminta berbicara di depan ketika itu .. Baca lebih lanjut

Iklan

Kebun Cinta Dunia Ely

Bismillahirrahmanirrahim ..

Ini pertama kalinya aku mengikuti kuis dari Mbak Ely. Siapa yang tak kenal Mbak Ely ? Perempuan Indonesia yang menyempurnakan separuh dien-nya di Negeri Jerman, namun tak sekalipun merasa dan dirasa jauh dengan tanah airnya. Pasalnya, ia selalu menyapa saudara tanah airnya lewat kisah unik dan menyenangkan melalui tulisan blog-nya. Dan lagi, orangnya ramaah banget ke siapapun. Asli, Indonesia bangeet 🙂

Pertama kali aku kenal Mbak El itu pas Mbak Ria posting tulisan tentang hadiah poscard dari Mbak El. Setelah dibaca-baca, dan berkali kali ketemu sama sahabat WP yang juga dapat kiriman dari Mbak El, kok seneng banget yaa rasanya ? Koleksi yang ber-gengsi euy, bagaimana tidak jika itu koleksi dari luar negeri. Hehehe. Pengen kaan? Pengen bangeeet. Akhirnya mampir deh ke Dunia Ely. Setiba di home, pandanganku langsung menuju ke Kebunku. Subhanallaah.. ini benar-benar yang namanya kebun bunga. Percaya nggak percaya, serasa seperti di surga *lebaaay*. Asli, kebunnya cantiiiiik banget. Bunga yang warna-warni, tumbuh mewangi, bersemi bak nuansa surgawi. Kebunnya aja cantiknya kayak gini, gimana dengan orang yang merawatnya yaah? Buka topengmu donk, Mbak El . . hehe Baca lebih lanjut

Aspirasi Prabowo Hatta; harapan sederhana putra-putri (terbaik) Indonesia

Adalah catatan sederhana, saya sampaikan di sini sebagai sarana silaturrahim saja. Baik terhadap kawan ataupun lawan cendekia, pemikir atau politisi sekalipun. Meski sebenarnya saya tidak begitu fokus dalam mengikuti atau bersinggungan langsung dengan politik, namun sebagai warga negara, saya menyadari bahwa saya harus (berhak) berpartisipasi dalam perhelatan elit di negeri ini.

Bagi saya, bapak Prabowo Subianto bersama bapak Hatta Rajasa (pasangan nomor satu) dan bapak Joko Widodo bersama bapak Jusuf Kalla (pasangan nomor dua) adalah sama-sama baik, tentu hal ini bila kita menyoroti sosok beliau masing-masing dari perspektif yang positif. Namun perlu kita sadari, bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Untuk itulah mari kita mengenali sosok beliau semua dengan perspektif yang lebih kreatif dan cerdas.

Sebelum saya melanjutkan lebih jauh, perlu ditegaskan bahwa saya  mengajak pembaca untuk mengenali sosok diatas dengan perspektif kreatif dan cerdas, bukan perspektif negatif. Saya sampaikan ini agar tidak terjadi kesalahpahaman karena pada kalimat sebelumnya saya mengatakan ‘perspektif yang positif’.

Setelah itu, mari kita pahami bagaimana berspektif kreatif dan cerdas itu? Untuk lebih mudahnya kita pilah saja antara kreatif dan cerdas. Kita sudah faham kreatif itu apa dan bagaimana, sederhananya begini, kreatif itu berbeda dari yang lain namun tetap bisa diterima oleh pihak manapun. Tidak seperti yang telah kita baca di berbagai media akhir-akhir ini, yang kebanyakan isi pemberitaannya lebih pada unsur ‘Black Campaigndan hal itu tentu saja tidak kreatif bagi saya sebab masih menimbulkan kontroversi di berbagai kalangan. Baca lebih lanjut