Untukmu, lelaki yang cintanya terpatri dalam bathin jiwa

بسم الله الرحمن الرحيم

Kemarin pagi hal yang kunanti kurang lebih selama satu bulan akhirnya datang juga. Sebuah paketan berisi dua novel karangan AZHAR NURUN ALA dengan judul TUHAN MAHA ROMANTIS dan SERIBU WAJAH AYAH. Alhamdulillah~ sudah benar-benar rindu untuk membacanya :’)

Siapa AZHAR NURUN ALA? Aku yakin, beberapa dari kalian atau mungkin seluruh yang membaca tulisanku sudah mengenal penulis muda yang sukses meluluhkan jiwa-jiwa pembacanya ini.

AZHAR..

Aku pertama kali mengenalnya ketika salah seorang temanku men-share link blog-nya di twitter. Ah, sepertinya quote-nya menarik. Sejenak lalu kubuka, dan entah kenapa aku mulai hanyut di dalamnya. Tulisan demi tulisannya terus menerus membuat hatiku mengangguk mengiyakan. Tentang perjalanan hidup. Tentang hati. Tentang cinta. Kesemuanya itu seakan mengajak kita untuk memahami bagaimana merapikan kenangan dengan utuh. Indah sekali. Mengalir, tanpa menggurui.

Dan kemarin, lagi-lagi Kak Azhar berhasil membuat air mataku tercurah tanpa bisa kucegah. Belum. Aku belum membaca novelnya. Hanya beberapa saat kupandangi cover bukunya yang berjudul SERIBU WAJAH AYAH. Sejenak kemudian, semua kenanganku bersama Ayah terasa memenuhi seluruh syarafku.

Aku dan Ayah

Engkau, lelaki yang cintanya terpatri dalam bathin jiwa. Aku mencintaimu karena Allah 🙂

AYAH..
Masih terekam jelas kenangan bersama Ayah dua minggu yang lalu. Saat ego mulai menguasai langit-langit jiwa. Akal serasa tak lagi sinkron dengan apa yang dikatakan hati. Aku mengaku dewasa, tapi sesungguhnya sikap dan perlakuanku justru masih terasa jauh dari apa yang mereka sebut dewasa.
Aku tahu. Bahwa dibalik anggukan dan kata “ iya “ yang Ayah ucapkan untuk permintaanku hari itu, justru menyimpan beban yang akupun tak sanggup menyangkalnya. Aku sadar, betapa Ayah sungguh ingin merealisasikan cita-cita ayah pada putri Ayah ini, namun siapa sangka jika jalan yang kupilih tak pernah Ayah duga akan datang secepat ini. Tapi nyatanya, Ayah mengiyakannya dengan senyum khas penuh keikhlasan dan kebanggan. Lagi, dan selalu saja seperti itu.

AYAH..
Percayalah, bahwa jalan ini kutempuh untuk mencari ridho-Nya. Agar pintu surga tetap terbuka dan selalu terbuka untuk Ayah. Agar mahkota dan jubah kebesaran dari Allah yang aku raih untuk ayah dan ibu beberapa saat lalu, senantiasa Allah jaga kesuciannya nanti di batas waktu.
Bolehlah mereka katakan aku gegabah, tapi Ayah mengenal aku bukan? Ayah mengenal aku lebih dalam dari lelaki manapun. Bahwa putri Ayah ini tak akan mengambil sebuah pilihan tanpa segala pertimbangan baik buruk di akhirnya nanti. Dan aku yakin, pilihan kali ini tak sedikitpun akan meruntuhkan cita-cita ayah yang tersandar pada putra-putri kebanggaan ayah. Percayalah.

AYAH..
Terimakasih, untuk selalu mencurahkan kepercayaan sepenuhnya dengan ikhlas. Tanpa batas.
Terimakasih, untuk setiap jengkal nafas cinta yang tak lekang oleh ruang dan waktu. Yang Ayah hembuskan dalam merawat dan mendidikku hingga detik ini.
Dan terimakasih, untuk selalu setia menyebut namaku dalam ruang bathin doa. Di setiap saat. Di setiap sujud.

Untukmu, lelaki yang cintanya terpatri dalam bathin jiwa.

Aku mencintaimu karena Allah 🙂

Iklan

34 thoughts on “Untukmu, lelaki yang cintanya terpatri dalam bathin jiwa

    • Wa’alaikumussalam wr. wb Ukhti Fatimah ..
      Aamiin. aamiin. InsyaAllah. Mohon doanya, agar selalu diberikan keistiqomahan dalam berjuang 🙂

      Suka

  1. bagus tulisannya nih..
    salam kenal yaa. kalo berkenan mampir ke..
    — katamiqhnur.com —
    pasti nggak bakalan rugi. hehehe..

    Suka

Terimakasih jejak ukhuwahnya, kawan :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s