Pilih Lelaki Mapan atau yang Dicintai ?

hp-main1.gif

Sumber : Google

bismilah

Tulisan kali ini terinspirasi dari salah satu status teman saya di akun facebook, yang bunyinya seperti ini :

“ Jika ada dua laki-laki yang baik agamanya mau melamarmu, pilih yang mana ?

  1. Lelaki yang mapan, baru dikenal, dan usia 10 tahun diatasmu
  2. Lelaki yang belum bekerja, kau cintai, dan seusia denganmu

Berikan alasan yang logis yaa.. “

Ah, sepertinya dia sedang dalam dilema percintaan nih, hihi. Sebelumnya sudah disebutkan terlebih dahulu bahwa kedua lelaki tersebut memiliki tingkat keagamaan yang baik, tentu tak diragukan lagi. Memang benar, dalam memilih seorang suami ataupun istri ada empat perkara yang harus dipertimbangkan, seperti halnya telah dijelaskan dalam hadist :

Perempuan dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka menangkanlah wanita yang mempunyai agama, engkau akan beruntung.

Saya rasa tak ada bedanya ketika kita memilih seorang imam, adapun yang pertama sebagai pedoman adalah agamanya. Jika agamanya baik, insyaAllah tiga hal lainnya akan mengikuti.

Nah, jawaban saya mengenai pertanyaan teman saya diatas adalah lelaki yang pertama. Mengapa ? Ini beberapa alasan saya mengenai hal tersebut :

  1. Kemapanan

Bukan berarti saya matre yaa.. tapi menurut saya kemapanan dalam hal ekonomi itu penting. Kata orang “ uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang”. Kalimat ini benar adanya, khususnya jika diaplikasikan di jaman super mahal kayak sekarang ini. Harga BBM naik, barang-barang ikut naik. Eh, harga BBM turun, sembako masih tetap naik. Super sekali ! Selain itu, kemapanan dalam ekonomi juga sangat menunjang kesejahteraan keluarga, contoh paling pentingnya adalah pendidikan anak. Dimana-mana orang tua tentu menginginkan segala yang terbaik untuk anak, tak terkecuali pendidikan yang kelak akan mengantarkan anak menjadi apa dan siapa di masa depan. Pendidikan sekarang pun tak terlepas dari biaya, mulai dari pendaftaran, seragam, buku, hingga laptop dan gadget yang sekarang sudah menjadi kebutuhan pun tentunya tidak memerlukan biaya yang sedikit. Memang sih beasiswa itu ada, tapi satu banding seribu. Bisa kita lihat dari berapa banyaknya anak yang lahir tahun ini, berapa yang masuk sekolah tahun ini, dan berapa sarjana yang lulus tahun ini. Semua menginginkan pendidikan gratis, tak terlepas dari orang berada yang mengaku tak punya. Ah, sungguh miris melihatnya.

Jadi bisa kita ketahui dari sini mengapa faktor harta menjadi salah satu yang dipertimbangkan dalam memilih seorang pasangan menurut hadist, karena harta atau ekonomi merupakan sebuah pijakan bagi kita dalam beribadah di dunia. Harta menjadi alat guna memperbanyak bekal kita di akhirat nanti. Jika kita memiliki harta berlebih, tentulah tak segan-segan kita menjadi tangan yang diatas bukan ? karena jujur saja, sudah banyak keluarga yang broken home hanya dikarenakan faktor ekonomi. Na’udzubillahi min dzalik.

Apakah kemapanan harus menjadi syarat utama sebelum nikah ? Tidak. Kemapanan juga bisa di dapat setelah kita menikah, dengan cara bersatu dalam komitmen untuk berjuang bersama menggapai kesuksesan keluarga di masa depan. Hal ini tentu saja bisa terjadi asalkan memiliki pondasi yang kuat, Iman dan Akhlak. Bukankah Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan perjuangan keras hamba-Nya yang tak pernah lelah berletih-letih mengharap ridho-Nya ?

  1. Perbedaan usia

Mencari pasangan tidak sama dengan memilih baju, kalau baju bila cocok bisa langsung dikenakan bila pasangan hidup tidak secepat dan semudah itu. Ada beberapa hal yang dipertimbangkan dalam hal tersebut, diantaranya adalah perbedaan usia. Perbedaan usia pada sebuah hubungan akan membawa dampak yang berbeda-beda. Sisi positif dan negatif kerap muncul akibat dari perbedaan usia di antara pasangan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli psikologi bahwasanya pertumbuhan dan perkembangan psikologi wanita lebih cepat ketimbang laki-laki, kasarannya wanita lebih dahulu dewasa dibandingkan laki-laki. Oleh karenanya mereka cenderung memilih pasangan yang berusia lima tahun lebih muda. Para pria berharap dengan usia yang lebih tua lima tahun, mereka bisa menjadi sosok yang lebih dewasa daripada pasangannya, baik dalam cara berpikir maupun tingkah laku. Dengan begitu, mereka bisa mengayomi pasangannya dan menjadi sosok yang dapat diandalkan.

Selain itu perbedaan usia yang tidak terlalu dekat membuat pria bisa bersikap lebih bijaksana. Tak lagi hanya mementingkan ego semata, tetapi lebih mengandalkan kompromi dan pikiran dingin dalam menyelesaikan setiap masalah. Para pria ini menganggap perbedaan usia lima tahun membuat mereka bisa jadi pendengar yang baik dan bersikap responsif atas keinginan pasangan.

Sebenarnya bukan berarti yang seusia atau bahkan yang lebih mudah dari wanita itu tidak sanggup, namun kita hanya boleh waspada dan berhati-hati. Karena menikah bukanlah mainan, sekali memilih dialah yang harus kau pertanggung jawabkan atas segalanya. Sesuai penelitian yang disebutkan diatas bahwasanya perkembangan psikologis wanita lebih cepat dibandingkan lelaki, untuk itulah jika menikah dengan usia yang seumuran dikhawatirkan tidak mampu saling mengendalikan ego masing-masing, aliasnya ingin menang sendiri. Karena baik dari pihak istri maupun suami merasa tidak ada perbedaan yang signifikan, baik dari segi pendidikan, pengetahuan maupun pengalaman. Untuk itulah mengapa kebanyakan orang memilih suami dengan usia yang lebih tua.

Pada dasarnya seorang lelaki adalah imam, yang insyaAllah juga akan menjadi pemimpin kita di surga nanti, aamiin. Untuk itulah mengapa pertimbangan usia masuk ke dalam kategori pemilihan seoarng suami, terlihat sepele memang namun pengaruhnya begitu besar ketika sudah berumah tangga. Seorang imam yang bijaksana dan bertanggung jawab terhadap setiap tindak-tanduk istri dan keluarganya adalah imam yang sudah dikatakan mapan lahir bathinnya 🙂

  1. Cinta

Kata pepatah jawa : “ tresno jalaran soko kulino “ yang dalam arti bahasa Indonesia adalah “ cinta datang dari sebuah kebiasaan “. Sudah bukan lagi dongeng Siti Nurbaya bahwa banyak diantara kita yang melangsungkan pernikahan tanpa mengenal satu sama lain sebelumnya, katakanlah ta’aruf. Melalui proses tersebut kita mulai mengenal siapa dan bagaimana latar belakang calon pasangan yang tentunya dengan dampingan pihak ketiga, jika memang cocok maka dilanjutkanlah pada khitbah lalu kemudian menikah. Cepet banget ? Karena lebih cepat lebih baik 🙂

Kalau nggak kenal gimana bisa cinta ?

Nah.. ini sudah bukan urusan kita, mengenai hati dan cinta Allah-lah yang menggerakkannya. Jika kita menempuh jalan kebenaran maka tak ada yang tak mungkin, Kun Fayakun maka dia menjadi satu-satunya yang paling sempurna di matamu. Setiap hari, setiap jam, bahkan setiap detik kita bersama mana mungkin hati yang lembut ini tak bisa luluh ? Bebatuan yang terus-menerus terkena tetesan air saja mampu berlubang bukan ? 🙂 Maka, terus berkhusnudzon-lah pada pilihan-Nya, karena pilihan-Nya tak pernah dan tak akan mungkin salah. Kata Ustadz Salim A. Fillah, Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan. Bagaimana tidak jika setiap sentuhan membuahkan pahala,dan jari jemari bertautan mampu menggugurkan dosa. Ah, membayangkannya saja sudah begitu indah.

Menikahi orang yang kamu cintai itu kemungkinan, namun mencintai orang yang kamu nikahi adalah kewajiban. Maka pilihlah ia yang mengutuhkan.

– Fufu Elmart –

Iklan

7 thoughts on “Pilih Lelaki Mapan atau yang Dicintai ?

  1. Kata Ustadz Salim A. Fillah, Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan. Bagaimana tidak jika setiap sentuhan membuahkan pahala,dan jari jemari bertautan mampu menggugurkan dosa. Ah, membayangkannya saja sudah begitu indah.

    Benar sekali, kalau dibayangkan memang begitu indah. Tapi untuk dijalankan tidak sebegitu indah. Itu terserah kita menciptakan persepsi indah tersebut bukan? 🙂

    Semangat selalu ya, jadi istri terbaik untu suami. 😀

    Suka

Terimakasih jejak ukhuwahnya, kawan :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s