Lebaran Rasa Baru

Salam’alaikum..

Idul Fitri memang telah terlewati, namun syawal masih selalu menghembuskan nafas yang suci. Di hari yang penuh maghfiroh ini, saya Vinda Nafilatuz Zahro, beserta suami saya tercinta Masyhudi mengucapkan Taqabbalallahu minna waminkum, shiyamana wa shiyamakum, ja’alallahu lana waiyyakum, minal ‘aaidin wal faizin, mohon maaf lahir dan bathin. Ngaturaken sedoyo lepat, sederek ^^

Bagi saya lebaran kali ini terasa berbeda, benar-benar terasa baru dari lebaran sebelumnya. Yang dulu masih single dan kemana-mana selalu ditanyain “ Mana calonnya ? Sudah punya pacar ? Kapan nikah ? “, alhamdulillah sekarang pertanyaannya sudah baru, “ Sudah isi belum ? “. Kalau dulu sih jawabnya cuma pakek senyum dan cengiran ajah, tapi sekarang malah nyengir dua kali sambil jawab “ isi makanan “ 😀

Terimakasih tanpa syarat untuk suami saya tercinta atas setiap curahan perhatian dan kasih sayangnya. Untuk semua keikhlasan dalam membimbing dan mengayomi saya. Serta bagi segala peluh yang diteteskan demi nafkah yang ia berikan untuk keluarga. You are the one and only, Husby :*

me suami

– Me and My one and only :*

Ada hal lain pula yang menambah lebaran kali ini terasa lebih baru. Masa-masa indah saat sekolah dulu seolah terulang kembali. Pasalnya, sejak kepulangan saya ke kampung halaman alias mudik di minggu akhir ramadhan lalu, tidak seharipun waktu berbuka puasa saya dan suami yang terlewati di rumah. Yap, moment BUKA BERSAMA yang sudah menjadi tradisi kalangan muda sekarang tak luput juga menghinggapi jadwal saya dan suami. Mulai dari buber sekolah MI, SMP bahkan SMA. Ah~ tak terasa waktu begitu cepat berlalu, tiga tahun, enam tahun, bahkan sembilan tahun pun seolah baru kemarin sore saya lulus dan berpisah dari teman-teman saya tercinta itu. Rindu 🙂

seven

SEVEN SISTER’Z, setelah tujuh tahun berlalu ( sayang, kurang dua personil )

Ini buber bersama sahabat-sahabat terbaik saya di masa SMP N 1 Kencong. Sebut saja nama kita dengan SEVEN SISTER’Z ( selebihnya pernah saya ceritakan mereka disini ). Alhamdulillah, jarak rantauan yang begitu jauh dan saling menyebar di seantero jagad raya ini tidak mematahkan semangat kita untuk menyisihkan sedikit waktu di sela-sela kesibukan yang menghantam, demi persahabatan yang sudah berumur tujuh tahun hingga sekarang ini. Dan syukurnya lagi, dua dari kita sudah mentas alias sudah nggak lagi single, bahkan ada yang sudah nggendong baby. Ah~ lagi lagi waktu adalah yang terkuat di dunia ini, namun mari kita berjanji bahwa persahabatan kita tidak akan kalah dengan waktu, hingga nanti di surga-Nya 🙂

smada

ALUMNI SMAN 2 LUMAJANG ANGKATAN 2012

Kalau ini buber dengan orang-orang hebat dari sekolah kami yang luar biasa, SMA N 2 Lumajang. Dalam acara ini saya dan suami dikejutkan dengan ‘seminar’ dadakan yang diselenggarakan teman-teman panitia. Mereka meminta saya dan suami sharing seputar pengalaman kami menikah di usia muda dengan segala persiapan yang kami lakukan hingga terbina keluarga sekarang ini. Bingung, grogi, dengan perasaan campur aduk karena tanpa persiapan apapun akhirnya kami terpaksa maju ke depan. Bukan menggurui, namun saling belajar. Mereka bertanya, kami menjawab. Yang jelas, semua yang kami katakan dan ceritakan di depan tak lepas dengan segala rahmat Allah yang Maha Segalanya 🙂 Alhamdulillah, semoga dengan pengalaman yang kami utarakan akan segera banyak yang menyusul dalam menggenapkan separuh agamanya. Hehe. Aamiin ^^

*untuk momen terakhir, maaf foto (tidak) sengaja ditiadakan karena hape habis reset dan semua data amblas*

Dan yang terakhir adalah buber dengan teman-teman masa kecil sembilan tahun yang lalu. Teman-teman yang membersamai saya dalam mengeja a b c d. Teman-teman yang menjadi motivasi saya untuk semangat bersaing dalam belajar. Dan teman-teman yang membantu saya mengenal apa itu cinta monyet ( haha, abaikan yang satu ini ). Sembilan tahun lalu kami masih bocah ingusan yang masih suka jajan ‘karak saos’ ( jajanan yang saya yakin hanya ada di MI saya, semacam sisa nasi yang dikeringkan lalu digoreng dengan bumbu dan dituangkan saos diatasnya, bisa bayangin ? Ah, sudah lupakan saja ) sambil suka cengengesan dengan geng-gengannya , kini sudah pada bawa pasangan masing-masing dengan tampilan yang super duper berubah. Ada yang makin ndud, ada juga yang makin kurus, ada kok yang tetep nggak berubah juga 😀 tapi bagaimanapun juga, kami tetap satu dari dulu, satu saudara untuk semua 🙂 Terimakasih saudara MI Asy-Syafi’iyah 01 yang telah sudi meluangkan waktunya ^^

Jember, 26 Juli 2015

Vinda Nafilatuz Zahro

Iklan

10 thoughts on “Lebaran Rasa Baru

  1. Wah, senengnya lebaran kali ini yaa, ditambah lg momen mudik dan reuni. Semoga langgeng dan samara sama suami tercinta ya, and cpt punya adik bayiii :*

    Suka

    • Alhamdulillah mbak, lengkap semua 🙂 doa setahun lalu diijabah bener. Allah Maha Sempurna, Subhanallah :))
      Aamiin~ makasih mbak doanya ^^

      Suka

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Vinda…

    Alhamdulillah, ramadhan sudah berlalu dengan hati yang berat kita melepaskannya. Kehadiran Syawal kita raikan sebagai hari kemenangan. mudahan kebaikan akan melingkungi kehidupan kita sepanjang 11 bulan mendatang sebelum bertemu kembali ramadhan tahun depan. selamat hari raya, maaf zahir bathin.

    Semoga bahagia Vinda sekeluarga. maaf zahir bathin dari bunda di Sarikei, Sarawak. 🙂

    Suka

    • ‘alaikumussalam wr.wb, Bunda 🙂
      Alhamdulillah, Ramadhan kali benar-benar penuh berkah dan kebahagiaan. Aamin, semoga kita bisa bertemu dengan Ramadhan tahun depan dengan segenap diri yang lebih baik lagi 🙂

      Suka

Terimakasih jejak ukhuwahnya, kawan :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s