Aku memanggilnya, Gus..

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Kali ini aku akan bercerita tentang seseorang. Yang kehadirannya telah berkontribusi banyak dalam perjalanan hijrahku menuju titik dimana aku berdiri sekarang ini. Siapa dia ?

Aku memanggilnya, Gus.

Dia bukan putra seorang Kyai. Dia juga bukan pengasuh sebuah pesantren. Dia hanya senior sebuah organisasi di kampusku, Ha’iah Tahfidz Al-Qur’an ( HTQ ), Gus dan Ning adalah panggilan khusus bagi seluruh anggota HTQ. Pertama kali aku mengenalnya ketika mengikuti Ta’aruf Qur’ani ( TQ ). TQ ini semacam diklat dan pengenalan bagi para calon anggota baru yang dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut, lalu di akhiri dengan sumpah dan pelantikan anggota baru HTQ.

Salah satu agenda dalam acara TQ adalah motivasi. Motivasi kali ini bertemakan ‘ from zero to hero : 30 juz dalam waktu 3 tahun’. Ketika MC memanggilnya maju ke depan sebagai pembicara utama dalam acara tersebut. Maka saat itulah pertama kalinya aku menatap wajahnya.

Dan dia mulai berkisah mengapa ia diminta berbicara di depan ketika itu .. Baca lebih lanjut

Iklan