Istiqomah, tak semudah membalik telapak tangan.

bismilahAssalamu’alaikum. Kaifa khalukum ? Arju kullukum jami’an bicheyr wa’aviyah, aamiin 🙂

Maaf beribu maaf nihh, setelah dapet award anniversary beberapa saat yang lalu, malah menghilang tanpa jejak. Istiqomahnya manaaaah ? Hehe. Bukan menghilang sih sebenarnya, cuman sejak KKM yang sibuknya minta ampun dan baru kelar seminggu yang lalu, langsung disusul dengan kuliah yang telah menunggu dengan manja. Haha, iya manja. Tugasnya yang manja -__-. Anyway, welcome semester 5. Alhamdulillah, sebentar lagi PKL, sebentar lagi skripsi, sebentar lagi lulus, sebentar lagi wisuda, terus sebentar lagi ? NIKAH. Aamiin. *Eh, nikah dulu sebelum lulus juga mau kok Ya Allah ^_^

1846_492386060819393_1250112370_n

Sumber gambar di sini

Berbicara mengenai istiqomah, sepele memang tapi sungguh tak mudah. Seperti kita tahu, bahwa perjalanan menuju impian tertinggi tidaklah mulus, tapi lika-likunya seringkali membuat iman yang naik turun seakan ingin menyerah detik itu juga. Belum lagi setan yang selalu istiqomah menggoda di kanan kiri depan belakang atas dan bawah. Lho, kok malah setannya yang istiqomah? 😀

Seminggu yang lalu, aku bersua dengan seorang teman SMP, bersua di BBM sih tepatnya. Hehe. Dia cantik, modis, dan sungguh menawan. Setelah berkali-kali nengok DP-nya yang selalu menutup aurat ( baca : berjilbab ), juga PM-nya yang terkesan sedang menjalani proses muhassabah, detik itu juga aku tahu dia sudah berhijrah. Alhamdulillah 🙂 Sekali dua kali dia juga sempat berchating ria denganku, nostalgia masa-masa SMP, juga membahas mengenai wanita secara lebih khusus. Ahh, aku senang sekali mendengarnya benar-benar ingin “ memperbaiki diri “. Baca lebih lanjut

KKM UIN Maliki ? Sukses ! :)

Alhamdulillahirabbil ‘alamin ..

Kuawali tulisan ini dengan hamdalah, untuk setiap karunia dan rahmat Allah yang secara tak terkecuali telah tercurah sepenuh cinta. Terimakasih Allahku 🙂

Kemarin adalah hari yang cukup menyenangkan bagiku. Why ? Iyaa, karena kemarin, pertama kalinya aku mengunjungi Pos PM ( KKM ) yang akan menjadi tempat pengabdianku selama Ramadhan bulan depan. Yes, kali ini akan jadi Ramadhan yang berbeda. Dan insyaAllah, semakin barokah. Aamiin ^_^

PM itu apa sih ? Baca lebih lanjut

Motivasi Menghafal Al-Qur’an

Bismillahirrahmanirrahim ..

خيركم من تعلم القرآن و علمه ( رواه البخاري )

 Sebaik-baik dari kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkanya HR. Bukhari

Belajar dan menghafal Al-Qur’an selama ini identik dengan aktifitas para santri yang sedang bergelut dengan ilmu ilmu keislamaman di pondok pesantren, sedangkan mahasiswa lebih sering dikaitkan dengan ilmu ilmu dan teknologi modern. Mungkin terbilang langka mahasiswa hafal Al-Qur’an. Padahal jika mau berkaca pada sejarah ilmuan-ilmuan muslim yang begitu fenomenal dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, mereka rata – rata hafal dan menguasai Al-Qur’an.

Apa rahasianya ?

Ternyata pada saat itu ada sebuah tradisi kuat yang beranggapan  bahwa belajar Al-Qur’an itu adalah “ harga mati “ , dimana belajar Al-Qur’an sebelum belajar ilmu yang lain adalah harga yang tak boleh ditawar alias wajib. Bahkan para penulis kita saat ini berkata melalui penelitiannya bahwa sejumlah mahasiswa yang hafal Al-Qur’an memiliki tingkat kecerdasan dan kreatifitas yang lebih dibanding yang lainnya. Hal ini dibuktikan oleh keluarga Bapak Mutamimmul Ula , yang mana kesepuluh putra putrinya yang sedang menghafal Al-Qur’an itu rata-rata menjadi pelajar dan mahasiswa terbaik di sekolah mereka masing-masing.

Bicara mengenai mahasiswa, bisa dibilang usianya berkisar 18-24 tahun. Pada saat inilah otak, semangat, dan kesempatan seorang pemuda berada dalam masa keemasan. Masa ini adalah masa yang subur dan produktif untuk mencari ilmu, termasuk menghafal Al-Qur’an. Jika pada masa ini para pemuda memanfaatkan waktu dengan cara menanam benih benih ilmu dan ibadah, maka kemungkinan besar 10 atau 15 tahun kemudian ia akan menuai kesuksesannya sesuai dengan butir butir peluh yang telah ia korbankan.

Seharusnya, kita sebagai pemuda masa kini yang banyak dikelilingi ilmu dan teknologi super canggih nan modern, lebih bersyukur lagi terhadap anugerah Allah yang telah dicurahkan dalam tiap jengkal tubuh kita. Allah memberikan anugerah pada hamba-Nya sesuai takaran takdir yang dibarengi dengan ikhtiar maksimal. Ketahuilah, bahwa tidak semua orang bisa membaca Al-Qur’an, baik dari kalangan mahasiswa maupun non-mahasiswa. Untuk itu kita yang diberikan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan lancar hendaklah memperbanyak mempelajarinya lebih dalam lagi, yang mana semua itu akan menjurus pada jenjang menghafalnya.

Kalian tahu? Betapa banyak orang yang merindukan menjadi penghafal Al-qur’an. Mungkin mereka sudah pernah mencoba namun gagal atau mungkin kesibukannya yang menggunung sehingga tak berkesempatan untuk menghafal. Jadi, kalau hari ini kalian menghafal, berarti kalian telah melakukan sesuatu yang banyak dirindukan orang lain. Kalau mereka baru bermimpi, kalian sudah melakukannya, berbahagialah !

Jika saat ini anda memiliki niat untuk mulai memperdalam Al-Qur’an, serta menghafalnya, segeralah realisasikan. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Pelan-pelan namun istiqomah. Ibarat biji tanaman setelah ditancapkan ke dalam tanah ia harus kontinyu disiram dan dipupuk sampai tumbuh dan berkembang subur lalu berbuah.

Lihatlah di sekitar kita, tidakkah kita malu pada Abdurrahman Farih dari Al-Jazair yang membaca Al-Qur’an bil ghaib dalam usia 3 tahun? atau mungkin pada generasi generasi kecil Indonesia yang nyata-nyata kita saksikan dalam acara Hafidz Indonesia? Patutlah mereka menjadi cambuk bagi kita semua. Kapan lagi memulai, jangan pernah menunda niat suci. Bisa jadi niat yang pelaksanaannya tertunda akan menguap dan sirna selamanya.

Sekarang, tanyakan pada diri kita sendiri, tidakkah kita ingin membahagiakan orang yang selama ini rela menderita  untuk kita? Yang seluruh jiwa raganya dikorbankan hanya untuk kebahagiaan hidup kita ? Dialah ayah ibu kita. Dengan menghafal Al-Qur’an kita bisa memanjakan orang tua supaya mereka bangga dan terhibur. Setidaknya, dalam bayangan mereka, ketika mendengar anaknya hafal Al-Qur’an, kelak pahala baca Al-Qur’an dari anak tak akan pernah putus dan akan senantiasa menerangi kubur mereka dengan cahaya Al-Qur’an. Begitu indahnya bukan jika kubur orang tua kita nanti selalu bersinar lantaran Al-Qur’an yang selalu kit baca ?

Dan kita, sebagai pemuda, calon suami dan istri, pastilah mendambakan seorang pendamping yang lidahnya selalu basah dengan Al-Qur’an. Begitu indah rasanya apabila dalam keluarga , ada gema lantunan ayat suci Al-Qur’an yang tak pernah putus. Sehingga anak-anak kita pun akan terbiasa dengan lantunan Ayat Al-Qur’an , yang mana itu semakin memudahkan mereka dalam menghafal Al-Qur’an. Ingin memiliki keluarga Qur’ani bukan ? Sungguh, betapa sejuknya hati bila Al-Qur’an menghiasi setiap kegiatan dalam keseharian kita. Jadi awali dari diri sendiri , kalau kita mendambakan sebuah keluarga “Qur’ani”.

Yakinlah, bahwa Al-Qur’an akan menolong kita selama kita juga menolong AlQur’an. Mulailah dari nol, karena ia pengganda setiap bilangan. Mulailah dari niat, karena ia menjadi penentu setiap sukses. Mimpikan kebaikan agar menjadi kenyataan, serta nyatakan kebaikan agar jadi mimpi indah !

Alfannajaah lek Ya Ahlal Qur’an , Ya Ahlallah , Ya Ahlal Jannah 🙂

Busana Pengantin Muslimah Syar’i

Bismillahirrahmanirrahim ..

JODOH ? NIKAH ? Dua kata ini paling sering jadi bahan perbincangan para muda mudi, khususnya wanita. Jodoh, rahasia Allah yang satu makhluk pun tak dapat menafsirkannya, erat tersembunyi, rapi tersimpan, namun begitu menenangkan. Nikah, pertalian dua hati menjadi satu wadah membangun cinta yang indah dalam ridho-Nya. Bagi sebagian besar orang, lagi lagi khususnya wanita, nikah tidak hanya sebatas pengucapan ijab qabul, setelah itu selesai. Tidak. Bagi mereka nikah adalah suatu upacara syakral yang terjadi sekali seumur hidupnya, upacara terindah, upacara cintanya. Untuk itu, mereka mengadakan walimahan sebagai wujud syukur kepada Rabb Azza Wajalla. Sederhana asal merata.

Tidak sedikit yang harus mereka persiapkan. Karena mereka ingin segalanya benar benar berjalan sempurna. Mulai dari resepsi, undangan, sampai pada busana pengantin. Nah .. saat ini lebih banyak dari para pengantin yang memakai busana pengantin muslimah. Tetapi tidak semua syar’i 😦 Terus, yang sesuai syar’I itu bagaimana ?

Nih .. ada beberapa rujukan desain busana pengantin muslimah syar’i. Mudah mudahan bisa menjadi pandangan bagi anda semua yang hendak melangsungkan upacara terindah dalam sejarah kehidupan 🙂 Jangan khawatir dikatakan ketinggalan zaman, yang syar’i juga nggak kalah keren kok. Percaya deh, pasanganmu akan berkata kau dua kali lebih cantik dari sebelumnya 🙂 Mauu ? Yuk, cekidot !

putihcoklatpage ungu1 4 IMG-20130222-WA0021 IMG-20130222-WA0022 IMG-20130222-WA0024

Semoga Bermanfaat 🙂

Surat Untuk Calon Istriku

Sumber : #TausiyahKu @tausiyahku

Bismillahirrahmanirrahim ..

Duhai wanitaku..

Saat kau sudah menggenapkan agamaku nanti, sesudah kau amini Al-Fatihahku yang pertama kali, setelah pertama kalinya kau cium tanganku selepas sholat, aku ingin saat itu kau selalu jadi pengingatku. Aku hanya manusia yang terkadang lupa, sering melakukan salah, dan laki-laki yang tak peka seperti wanita. Sekali kau memohon: ‘Maukah kau lakukan itu untukku?’ Demi apapun, apalah arti dunia jk aku mlihat air matamu. Kan kulakukn spenuh hatiku.. Tak akan kubiarkan kau dan anak-anak kita kelaparan dan kehausan, kupastikan kalian tak akan pernah kekurangan cinta & kasih sayangku..

Duhai calon istriku..

Kalau boleh aku meminta.. Aku menginginkan putri yang menjadi buah hati kita yang pertama. Kita didik ia menjadi anak yang shalehah, dan kan kutanam sekeping jiwamu pada dirinya. Agar apabila nanti kau dipanggil lebih dulu oleh Pemilikmu yang sebenar – benarnya, aku masih bisa melihat kamu dalam diri putri kita. Dan aku ingin putra kita hanya terpaut satu tahun dengan kakaknya. Agar ia bisa tumbuh dewasa bersama saudari kandungnya, Dan akan kutempa dia agar menjadi pria yang kuat, bahkan melebihi aku, Agar apabila nanti aku yang kembali lebih dulu ke sisiNya, ia bisa menjaga ibu & kakaknya seperti yang telah kulakukan dan kuajarkan kepadanya.

Manis ..

Saat aku resmi menjadi suamimu nanti.. Tak kan kulewatkan pagi tanpa mengecup keningmu yang harum. Dan tak akan kulewatkan pula detik berharga sebelum kau memejamkan mata, kembali kan kuletakkan cinta di kening atau pipimu. Aku tak akan bosan menciummu setiap hari, sayang. Seperti halnya nabi yang tak pernah bosan melakukan hal romantis ini kepada istrinya..

Sayang ..

Percayalah… aku akan selalu mencintaimu di tiap waktuku. Aku akan tetap menciummu, meski pipimu tak lagi sekencang dulu, meski keriput telah menggarisi keningmu. Aku akan tetap membelai rambutmu, meski putih telah memakan habis hitamnya yang indah. Aku akan tetap memelukmu, meski bungkuk badanmu dan ringkih tubuhmu, aku akan tetap memelukmu… :’)

Berjanjilah cinta ..

Apabila tiba saatnya Izrail memamerkan surga dan neraka di kedua sayapnya di hadapanku, Jangan pernah berhenti bisikkan nama Allah di telingaku, jangan pernah kau lepas genggaman tanganku , Dan jangan dulu jatuhkn air matamu sebelum malaikat benar benar mencabut ruh dari ragaku. Sudah kubilang: Apalah arti dunia jika aku melihat air matamu.

Tenanglah kasih  ..

Batu nisan memang akan pisahkan dunia kita nanti, tapi dia tak kan mampu pisahkan cinta kita. Aku mncintaimu tak hanya di dunia, Smoga Allah mengabulkan doa ditiap sujudku, agar pernikahan kita tak hanya dilanggengkan di dunia, tapi juga diabadikan ditaman surgaNya. Aamiin..