Bagaimana Mengatasi Perbedaan pada Pasangan ?

bismilah

“ Perkawinan adalah managemen ketidakcocokan, “ kata Sophan Sophiaan dalam mempertahankan keharmonisan dan romantisme kehidupan perkawinannya dengan Widyawati. “ Tugas kita adalah bagaimana membikin perbedaan itu menjadi menyenangkan. Kalau dibiarkan perbedaan itu akan menjadi bola salju yang terus membesar. “ ( Kompas, 15 September 2004 )

Semua orang yang memutuskan untuk menikah pastilah mengharapkan kebahagiaan. Namun, kenyataannya, mengarungi bahtera rumah tangga tidaklah semulus yang dikira. Riak-riak kecil kadangkala justru menjadi ombak besar laksana badai. Bahkan tak jarang, banyak orang yang justru tidak sadar akan masalah dalam perkawinannya hingga pasangannya menggugat cerai.

Saya sebagai ibu rumah tangga yang bahkan belum genap dua bulan mengakui hal tersebut. Tidak jarang saya berselisih faham hanya karena perbedaan-perbedaan kecil yang timbul diantara saya dan suami, entah itu dalam percakapan maupun perlakuan. Bisa kita bayangkan bagaimana dua orang asing yang berbeda karakter dan budaya tempat tinggal tiba-tiba tinggal serumah dan harus saling melayani satu dan lainnya. Tidak mudah memang, namun juga bukanlah hal yang rumit jika kita mau memahami cara mengatasinya 🙂

Terus, bagaimana caranya ? Baca lebih lanjut

Serial Wedding : Mengapa Kau Memilihku, Mas ?

bismilah

Assalamu’alaikum . .  Marhaban Ya Ramadhan.. ^_^

Allahuakbar, sudah sekian lama tak membuka lapak ini, berasa seperti rumah tua yang tak layak berpenghuni. Apakabar semua ? Semoga senantiasa dalam keharibaan Allah swt, dimanapun kalian semua berada. Untuk semua yang pada kangen ( emang ada ? 😀 ), miss you to all, so much :* Kemana aja sih,Vin ? Nggak kemana-mana sih, cuma memang banyaaaak hal yang memaksa saya harus fokus, and well beginilah jadinya, harus vacum pada hobby-hobby saya semantara waktu.

And now, I’M COME BACK . . !!!  ^_^

Oke, tanpa memperpanjang kata saya ingin menyampaikan sebuah cerita. Sebuah kisah. Sebuah alasan mengapa beberapa bulan ini saya ‘menghilang’. Baca lebih lanjut

Untukmu, lelaki yang cintanya terpatri dalam bathin jiwa

بسم الله الرحمن الرحيم

Kemarin pagi hal yang kunanti kurang lebih selama satu bulan akhirnya datang juga. Sebuah paketan berisi dua novel karangan AZHAR NURUN ALA dengan judul TUHAN MAHA ROMANTIS dan SERIBU WAJAH AYAH. Alhamdulillah~ sudah benar-benar rindu untuk membacanya :’)

Siapa AZHAR NURUN ALA? Aku yakin, beberapa dari kalian atau mungkin seluruh yang membaca tulisanku sudah mengenal penulis muda yang sukses meluluhkan jiwa-jiwa pembacanya ini.

AZHAR..

Aku pertama kali mengenalnya ketika salah seorang temanku men-share link blog-nya di twitter. Ah, sepertinya quote-nya menarik. Sejenak lalu kubuka, dan entah kenapa aku mulai hanyut di dalamnya. Tulisan demi tulisannya terus menerus membuat hatiku mengangguk mengiyakan. Tentang perjalanan hidup. Tentang hati. Tentang cinta. Kesemuanya itu seakan mengajak kita untuk memahami bagaimana merapikan kenangan dengan utuh. Indah sekali. Mengalir, tanpa menggurui.

Dan kemarin, lagi-lagi Kak Azhar berhasil membuat air mataku tercurah tanpa bisa kucegah. Belum. Aku belum membaca novelnya. Hanya beberapa saat kupandangi cover bukunya yang berjudul SERIBU WAJAH AYAH. Sejenak kemudian, semua kenanganku bersama Ayah terasa memenuhi seluruh syarafku. Baca lebih lanjut

Postcard dari Jogja

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillaaah~ satu postcard lagi telah menambah koleksiku 🙂 Postcard khas jogja dari wanita cantik Sleman, terimakasih mbak Ria sayang ^^ Postcard ini datang mengagetkanku lho. Bagaimana tidak? Jika aku menemukannya saat bangun tidur. Tergeletak manja di dekat bantal kesayanganku. ( Jangan fikir tukang pos yang meletakkannya. Tidak ! )

DSC08366

Poscard dari Mbak Ria, Jogja tempo doeloe :’)

Baca lebih lanjut

Sanah Hilwah, Ganteng :)

bismilah

Wildan Alfiandri.

Seperti namanya, dia bagaikan seribu lelaki yang selalu mengiringi waktuku dengan tawa dan canda yang penuh kejailan. Irama tawanya yang jenaka, membuatku tak tahan untuk lebih dari sekedar 5 menit ngambek padanya. Ah, tak terasa waktu cepat berlalu. Bocah gendut legam dan masih ingusan itu kini sudah mulai beranjak remaja. Yang dulunya masih suka di-sun pipi, kini sudah mulai malu-malu ( tapi mau ). Yang dulunya suka rebut hal-hal sepele, sekarang masih tetap saja rebut. *Lho?

Genap 13 tahun sudah. Kau membuatku mengerti bagaimana seharusnya berperan menjadi seorang kakak. Bagaimana saling menyayangi dan berbagi dalam berbagai keadaan. Pun bagaimana memeluk kenyataan saat kita berada dalam posisi roda terbawah sekalipun.

Kau sudah besar, sayang 🙂 Baca lebih lanjut

Postcard Perdana dari JERMAN ^^

bismilahHaaaaii.. Masih ingat dengan sandiwara Dunia Ely bulan lalu? Jika ada yang belum faham, boleh baca disini. Alhamdulillah, aku menjadi satu yang beruntung untuk mendapatkan poscard cantik dari Austria. Ahh~ akhirnya setelah berjuang keras demi sebuah impian *lebay* datang juga yang dinanti-nanti.

DSC08335

Taraaa~ postcard perdanaku dari Jerman ^^

Setelah kurang lebih satu bulan menanti, akhirnya selasa kemarin sampai juga di Malang. Poscard perdanaku, ah~ rasanya ada rasa haru tersendiri saat memegangnya untuk pertama kali. Dan sejenak kemudian, semangat membara tiba-tiba hadir untuk memulai hobby baru. Hobby yang bergengsi. Hehe. POSTCROSSING.

Siapa postcrosser disini??? Ngacuuuuuung !

Kesana kemari mencari info tentang barter postcard, mulai dari dalam negeri sampai antar benua di seluruh belahan dunia. Tak membayangkan saja bisa mendapatkan poscard dari berbagai negara. Sekarang postcardnya dulu, nanti baru dikunjungi satu persatu. Aamiin. Boleh kan bermimpi ?

Untuk postcard perdanaku, Terimakasih Mbak Ely sayang 🙂 semoga semakin dilancarkan rezekinya, makin berkah usianya, serta makin istiqomah berbagi manfaat dengan sesama ^^
Ketika menyebut nama VIENNA, hanya satu yang ku ingat. 99 Cahaya di Langit Eropa. Pasti sudah lihat kan ya filmnya? Subhanallah.. serasa tak sabar ingin menginjakkan kaki kesana. Doakan yaa Mbak 🙂