Jangan Menunda!ย 

Adakah yg menikah muda disini? Banyaak lah yaa ๐Ÿ™‚ dan ga perlu ditanya apa alasan sekian orang memilih langkah tersebut, tentu telah mengantongi sebaik baik alasan tersendiri ๐Ÿ˜Š

Kalau saya?

Saya memilih menikah muda, karena ingin lebih banyak meraup berkah sejak dini, bersama kekasih halal ๐Ÿ˜Œ

Bukankah bersamanya, ibadah menjadi 27 kali lipat pahala nya? ๐Ÿ˜

Tenaaang, saya bukan kompor kok! ๐Ÿ˜…

Saya hanya mendoakan, agar setiap dari sahabat saya, segera dipertemukan dengan separuh jiwanya ๐Ÿ˜‡

Oke,

Berbicara mengenai “menikah” , tentunya tak lepas dari yang namanya “keturunan”.

Adakah yg sudah menikah disini namun belum juga dikarunia buah hati?

Atau, adakah yg belum siap?

Saran saya, baiknya jangan menunda!

Berdasarkan pengalaman saya dulu, kurang lebih 6 bulan kami menunda ๐Ÿ™‚

Alasannya siih, karena waktu itu posisi saya masih kuliah. Dan juga, ibunda saya sendiri sedang hamil adik bungsu saya ๐Ÿ˜… alhasil, diminta gantian hwehe.

Awalnya siih nyaman nyaman saja, anggap saja habiskan waktu berdua untuk pacaran ๐Ÿ˜‹ tapi semakin waktu berlalu, berasa ada yang kurang lengkap.

Maka akhirnya~

Kami putuskan mulai membuka hati dan mempersiapkan diri menerima sang buah cinta ๐Ÿ˜Œ

Hari demi hari berlalu, yang dinanti tak kunjung menghampiri. Disinilah kegelisahan hadir di sanubari. Sedangkan kata demi kata dari setiap lisan yang menanyai, seakan menjadi bilah tajam yg mengirim tangis di hati kami.

Tapi Allah sungguh tak pernah tidur dan membiarkan hamba-Nya terluka.

Setelah sekian doa kami langitkan waktu demi waktu, lalu hadirlah ia laksana telaga kautsar, pelepas dahaga ditengah keringnya penantian :))

MasyaAllah..

Hadirnya sungguh membawa keberkahan.

Sangatlah benar apa kata pepatah dulu, bahwa anak membawa rezekinya masing-masing.

Lantas, apa yang membuat kami buta untuk menunda? ๐Ÿ™ˆ disinilah mungkin kurangnya iman, bahwa Allah selalu memberikan kecukupan, bahkan lebih, tak pernah kurang suatu apapun :))

Jadi, percayalah kawanku ๐Ÿ™‚

Tak perlu risau atau takut, anak adalah amanah, yang hadirnya telah dijanjikan Allah untuk menjadi Qurrota A’yun bagi kehidupan kita ๐Ÿ˜‡

Salam, 

Vinda Nafila

#OneDayOnePost #ODOP #Day3

Anak Sulung, ย Sahabat Untuk Adik Adiknya

Kata orang Jawa, anak mbarep itu harus bisa jadi panutan untuk adek adeknya, harus baik, harus pintar, harus sukses, harus berhasil perjalanannya ๐Ÿ™‚

Tapi bagi saya tidak.
Sebagai anak ‘mbarep‘,  saya ingin menjadi ‘sahabat‘ untuk adik adik saya kelak.

Tempat bercurah hati, bersandar, dan pangkuan kasih sayang.

Sulit? Mungkin butuh proses.

Mengingat karakter diantara kami sangatlah berbeda ๐Ÿ˜

Saya, selaku anak Sulung, perempuan. Dari kecil dididik untuk selalu rajin sekolah, belajar dan berprestasi. Alhasil, sekarang jadinya agak ‘bosen‘ sama belajar wkwk, buktinya sarjana bahasa Arab jadi Bisniswoman *ra nyambung ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Adik pertama, Wildan namanya. Satu satunya laki laki diantara kami ( yaiyalah, lha wong anaknya cuma 3 ) ๐Ÿ˜‚ dia tipe anak yg nggak mau dikekang dan dibebani aturan yg mengikat. Just for happy. Cuek bebek. Suka mbantah dan selalu usil. Tapi akhir akhir ini saya sering menemui bahwa dia orang yg jujur. Setiap dimintain tolong beli apapun, sisa uang berapapun selalu kembali, meski pada akhirnya nanti dirayu untuk diminta ๐Ÿ˜…

Adik kedua, Sabil namanya ๐Ÿ™‚ bisa dilihat kan cengirannya ditengah itu? ๐Ÿ˜‚ entah kenapa, sejak kecil, sejak dia lahir, dia seperti anak saya sendiri ๐Ÿ˜˜ nah iyaaa, dia lahir setelah saya sudah nikah ๐Ÿ˜

Sabil tipe anak yg penyayang :)) suka mengalah dan supel. Sehingga tidak ‘nggumun‘ kalau orang sekampung pada rebutan bawa dia kesana kemari.

Aahh..

Berbicara mengenai ini rasa rasanya tak kunjung usai.

Pada intinya, saya tidak ingin dianggap sebagai ‘panutan‘, atau justru saingan. Saya hanya ingin menjadi sahabat terbaik untuk adik adik saya kelak. Apapun dan bagaimanapun keadaannya.

Salam, 

Vinda Nafila

#OneDayOnePost #ODOP #Day1#BloggerMuslimah #KumpulanEmakBlogger #BloggerIndonesia

RESOLUSI 2017

Beberapa waktu terakhir ini, Timeline saya sedang diramaikan dengan kata RESOLUSI.. 
Apa Resolusimu di tahun 2017 ? 

Bagi saya .. 

Resolusi adalah sebuah impian. Cita cita. Harapan. Dan Asa yang kita yakini akan tercapai dengan lautan ikhtiar serta kobaran doa yang tak kunjung padam.

Perlukah kita membuat RESOLUSI ? Perlu. Karena sebuah impian adalah semangat tersendiri dalam jiwa untuk menyongsong masa depan yang indah ๐Ÿ™‚ 

Lantas, kita apakan RESOLUSI ? 

Tulislah ! 

Kata salah seorang senior saya di SMA dulu yang kini sudah melegenda di seluruh dunia , Mr. Hadi Susanto , TULISLAH 100 MIMPIMU DI KERTAS ! Hingga suatu hari nanti, tulisanmu hanyalah tinggal coretan, karena kau telah berhasil MENCAPAINYA ๐Ÿ˜Š

Percaya atau tidak ..

Tulisan yang telah kita buat sendiri, seakan mengundang magnet semesta untuk mengamini segala yang kita cipta saat itu.

Bagaimana mungkin ?

Mungkin saja terjadi. Bukankah Allah ada dimana mana ? Allah ada disetiap hati manusia. Allah sangat dekat. Bahkan lebih dekat dari urat nadi kita ๐Ÿ™‚ 

Apalagi yang tak mungkin jika Allah telah mengucap KUN-Nya ? ๐Ÿ˜Š

Jadi, resolusi saya untuk waktu terdekat ini : 

Semoga buah hati yang tumbuh dalam rahim cinta, mampu terlahir dalam naungan kasih sayang-Nya beserta syafaat Sang Baginda Rasulullah Muhammad Saw ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡

Salam, 

Vinda Nafilatuz Zahro

Di sudut kota Jember yang hangat, dalam rindu yang tiada tara kepada yang sedang berjuang di ujung sana. 

Love you ..

@djie โ™ฅ

Lebaran Rasa Baru

Salamโ€™alaikum..

Idul Fitri memang telah terlewati, namun syawal masih selalu menghembuskan nafas yang suci. Di hari yang penuh maghfiroh ini, saya Vinda Nafilatuz Zahro, beserta suami saya tercinta Masyhudi mengucapkan Taqabbalallahu minna waminkum, shiyamana wa shiyamakum, jaโ€™alallahu lana waiyyakum, minal โ€˜aaidin wal faizin, mohon maaf lahir dan bathin. Ngaturaken sedoyo lepat, sederek ^^ Baca lebih lanjut