NHW#9 – BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN

Bismillahirrahmanirrahim ..

Akhirnya , sampai pulalah kami di ujung perjuangan. Gimana rasanya Mak ? Haru biruuu, campur aduuuuk, segalanya melebur menjadi satu. Indah. Harapannya , semoga setelah ini tak ada lagi yang tersisa selain hikmah ๐Ÿ™‚

Di NHW#9 , untuk terakhir kalinya kami diminta untuk menuliskan ketertarikan minat (passion) dan hasil pengamatan kami terhadap lingkungan, yang kami tuangkan kedalam bagan yang sudah disediakan. Kata kuncinya: PASSION + EMPATHY = SOCIAL VENTURE. Tujuan dari materi dan NHW kali ini, yaitu bunda sebagai agen perubahan.

Ibu merupakan agen perubahan paling penting dalam keluarga, karena pendidikan yang diterapkan seorang Ibu di rumah dapat membawaย imbas positifย pada peningkatan kualitas masyarakat.ย Karena butuh seorang ibu untuk mengubah generasi, dan mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi, yaitu generasi anak-anak kita kelak. Baca lebih lanjut

Iklan

NHW#8 – MISI PRODUKTIF DAN PRODUKTIVITAS

Bismillahirrahmanirrahim ..

Huwaaaa ~ nggak kerasa sudah berada di Last Week. Materi terakhir, NHW terakhir :)) Gimana rasanyaa ? ngga karuaaaan. Ngga nyangka bisa mengikuti kelas Matrikulasi IIP yang sungguh menantang ini dengan lancar. Jujurly, saya ini tipe yang menggebu di awal dan loyo di belakang *ampuuun, haha. Tapi entah kenapa, sejak masuk di IIP ini ada satu komitmen yang saya pegang, bahwa saya harus bisa mengalahkan ‘malas’ demi belajar untuk keluarga saya.
Yeaaay , well done ! ๐Ÿ™‚

Oke, jadi NHW kali ini tentang apa ?
seperti yang telah kita lalui sebelum-sebelumnya, bahwa setiap NHW selalu berhubungan dengan NHW sebelumnya ๐Ÿ™‚ Baca lebih lanjut

NHW#6 – Aku ( Bisa Menjadi ) Manager Handal Keluargaku !

Bismillahirrahmanirrahim ..

Yess ! Inilah NHW yang ditunggu tunggu. Why? Karena disini kita diminta untuk koreksi diri, sejauh mana kita bisa memanfaatkan waktu yang telah Tuhan jatahkan selama ini. Sudah kau habiskan untuk apa saja waktumu ? *Jleb bangeett ngga sih, hehe. Karena pada kenyataannya sampai detik ini sayapun masih belepotan jika berurusan dengan Management Waktu.

” Belajar menjadi manager handal keluarga ” , inilah tugas NHW#6 kali ini. Mengapa menjadi manajer keluarga yang handal? Karena hal ini akan mempermudah kami untuk menemukan peran hidup kami dan semoga mempermudah kami mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

WhatsApp Image 2018-09-10 at 05.00.28

Baca lebih lanjut

NHW#5 – LEARNING HOW TO LEARN: MEMBUAT DESAIN PEMBELAJARAN

decoupage-image-shabby-chicpinterest

Alhamdulillah , bergabung dengan Institut Ibu Profesional ini , menjadi sebuah kesyukuran tersendiri yang wajib tertulis di Jurnal Syukur setiap harinya. Kenapa ? Karena banyak hal yang membuat saya harus lagi dan lagi , belajar dan menambah pengalaman, termasuk salah satunya , membiasakan menulis kembali , dan mengisi laman saya yang sudah kian lama tak tersentuh. hehe..

Yess ! tak terasa ini sudah minggu ke 5 euy , dan semakin kesini tugas yang diberikan semakin membuat awang awang harus bekerja dengan maksimal ๐Ÿ˜€ Tapi senangnya , disini tidak adaย  namanya benar dan salah, semua tugas adalah sesuai persepsi masing masing kepala. Harapannya, semoga setiap tugas yang saya kerjakan, menjadi pengingat diri agar lebih baik kedepannya. Aamiin .. Baca lebih lanjut

Jangan Menunda!ย 

Adakah yg menikah muda disini? Banyaak lah yaa ๐Ÿ™‚ dan ga perlu ditanya apa alasan sekian orang memilih langkah tersebut, tentu telah mengantongi sebaik baik alasan tersendiri ๐Ÿ˜Š

Kalau saya?

Saya memilih menikah muda, karena ingin lebih banyak meraup berkah sejak dini, bersama kekasih halal ๐Ÿ˜Œ

Bukankah bersamanya, ibadah menjadi 27 kali lipat pahala nya? ๐Ÿ˜

Tenaaang, saya bukan kompor kok! ๐Ÿ˜…

Saya hanya mendoakan, agar setiap dari sahabat saya, segera dipertemukan dengan separuh jiwanya ๐Ÿ˜‡

Oke,

Berbicara mengenai “menikah” , tentunya tak lepas dari yang namanya “keturunan”.

Adakah yg sudah menikah disini namun belum juga dikarunia buah hati?

Atau, adakah yg belum siap?

Saran saya, baiknya jangan menunda!

Berdasarkan pengalaman saya dulu, kurang lebih 6 bulan kami menunda ๐Ÿ™‚

Alasannya siih, karena waktu itu posisi saya masih kuliah. Dan juga, ibunda saya sendiri sedang hamil adik bungsu saya ๐Ÿ˜… alhasil, diminta gantian hwehe.

Awalnya siih nyaman nyaman saja, anggap saja habiskan waktu berdua untuk pacaran ๐Ÿ˜‹ tapi semakin waktu berlalu, berasa ada yang kurang lengkap.

Maka akhirnya~

Kami putuskan mulai membuka hati dan mempersiapkan diri menerima sang buah cinta ๐Ÿ˜Œ

Hari demi hari berlalu, yang dinanti tak kunjung menghampiri. Disinilah kegelisahan hadir di sanubari. Sedangkan kata demi kata dari setiap lisan yang menanyai, seakan menjadi bilah tajam yg mengirim tangis di hati kami.

Tapi Allah sungguh tak pernah tidur dan membiarkan hamba-Nya terluka.

Setelah sekian doa kami langitkan waktu demi waktu, lalu hadirlah ia laksana telaga kautsar, pelepas dahaga ditengah keringnya penantian :))

MasyaAllah..

Hadirnya sungguh membawa keberkahan.

Sangatlah benar apa kata pepatah dulu, bahwa anak membawa rezekinya masing-masing.

Lantas, apa yang membuat kami buta untuk menunda? ๐Ÿ™ˆ disinilah mungkin kurangnya iman, bahwa Allah selalu memberikan kecukupan, bahkan lebih, tak pernah kurang suatu apapun :))

Jadi, percayalah kawanku ๐Ÿ™‚

Tak perlu risau atau takut, anak adalah amanah, yang hadirnya telah dijanjikan Allah untuk menjadi Qurrota A’yun bagi kehidupan kita ๐Ÿ˜‡

Salam, 

Vinda Nafila

#OneDayOnePost #ODOP #Day3

Anak Sulung, ย Sahabat Untuk Adik Adiknya

Kata orang Jawa, anak mbarep itu harus bisa jadi panutan untuk adek adeknya, harus baik, harus pintar, harus sukses, harus berhasil perjalanannya ๐Ÿ™‚

Tapi bagi saya tidak.
Sebagai anak ‘mbarep‘,  saya ingin menjadi ‘sahabat‘ untuk adik adik saya kelak.

Tempat bercurah hati, bersandar, dan pangkuan kasih sayang.

Sulit? Mungkin butuh proses.

Mengingat karakter diantara kami sangatlah berbeda ๐Ÿ˜

Saya, selaku anak Sulung, perempuan. Dari kecil dididik untuk selalu rajin sekolah, belajar dan berprestasi. Alhasil, sekarang jadinya agak ‘bosen‘ sama belajar wkwk, buktinya sarjana bahasa Arab jadi Bisniswoman *ra nyambung ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Adik pertama, Wildan namanya. Satu satunya laki laki diantara kami ( yaiyalah, lha wong anaknya cuma 3 ) ๐Ÿ˜‚ dia tipe anak yg nggak mau dikekang dan dibebani aturan yg mengikat. Just for happy. Cuek bebek. Suka mbantah dan selalu usil. Tapi akhir akhir ini saya sering menemui bahwa dia orang yg jujur. Setiap dimintain tolong beli apapun, sisa uang berapapun selalu kembali, meski pada akhirnya nanti dirayu untuk diminta ๐Ÿ˜…

Adik kedua, Sabil namanya ๐Ÿ™‚ bisa dilihat kan cengirannya ditengah itu? ๐Ÿ˜‚ entah kenapa, sejak kecil, sejak dia lahir, dia seperti anak saya sendiri ๐Ÿ˜˜ nah iyaaa, dia lahir setelah saya sudah nikah ๐Ÿ˜

Sabil tipe anak yg penyayang :)) suka mengalah dan supel. Sehingga tidak ‘nggumun‘ kalau orang sekampung pada rebutan bawa dia kesana kemari.

Aahh..

Berbicara mengenai ini rasa rasanya tak kunjung usai.

Pada intinya, saya tidak ingin dianggap sebagai ‘panutan‘, atau justru saingan. Saya hanya ingin menjadi sahabat terbaik untuk adik adik saya kelak. Apapun dan bagaimanapun keadaannya.

Salam, 

Vinda Nafila

#OneDayOnePost #ODOP #Day1#BloggerMuslimah #KumpulanEmakBlogger #BloggerIndonesia